Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Permintaan Terakhir Sri Meyke Male sebelum Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo
Fandy Ahmad, suami Sri Mayke Male mengungkapkan keinginan terakhir mendiang istri sebelum meninggal dunia.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fandy-Ahmad-suami-Sri-Meyke-Male.jpg)
Ia melihat pesawat jenis PK-SMH itu berputar-putar beberapa menit di kawasan Bandara Panua.
Namun karena menganggap itu hal biasa, ia pun tak menghiraukannya.
Ia juga mendengar suara gemuruh sebelum pesawat Sam Air jatuh di kawasan tambak, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Minggu (20/10/2024).
Pria ini tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian atau 900 meter dari titik jatuhnya pesawat.
"Saya saat itu sedang menaburkan pupuk untuk tanaman, tak lama setelahnya saya mendengar suara gemuruh serta suara orang minta tolong," ungkap pria yang tak ingin disebutkan namanya tersebut.
Setelah mendengar suara orang minta tolong, ia langsung lari ke arah datangnya suara.
"Saya berlari, tapi sudah melihat asap dan setelah lebih dekat lagi, pesawat sudah jatuh," ungkapnya.
Namun dirinya tidak berani mendekat ke tempat pesawat jatuh.
"Saya takut dan tidak berani kesana jadi saya kembali ke pondok," ujarnya.
Selang beberapa menit kemudian anggota TNI/Polri mulai berdatangan.
Ia pun hanya memantau dari jauh dan tidak mengetahui apa saja yang dilakukan oleh petugas.
Baca juga: Video Detik-detik Pesawat Sam Air Jatuh di Tambak Warga Pohuwato Gorontalo
3 Korban Dipulangkan ke Keluarga
Tiga kru pesawat Sam Air telah dipulangkan ke daerah masing-masing.
Korban kecelakaan pesawat Sam Air di Pohuwato itu antara lain Pilot Capt M Saefurubi A, First Officer M Arthur VG, mekanik Budijanto.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani melalui Kabag Humas DJU, Moh Khusnu, mengatakan tiga korban diberangkatkan menggunakan pesawat Batik Air sekira pukul 08.40 Wita, Senin (21/10/2024).