Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Candaan Sri Meyke Male soal Jatuhnya Pesawat 'Tuan rumah Akan Jadi Orang Kaya'
Sri Meyke Male menjadi korban kecelakaan pesawat Sam Air di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu (20/10/2024).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sri-Meyke-Male-sempat-bercanda-dengan-anak-anaknya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sri Meyke Male menjadi korban kecelakaan pesawat Sam Air di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu (20/10/2024).
Meyke sempat bercanda dengan anak-anaknya soal pesawat jatuh.
“Kalau jatuh di pesawat, tuan rumah akan jadi orang kaya,” ujar Sri kepada anak-anaknya sebagaimana disampaikan Gustin Ishak kepada TribunGorontalo.com, Minggu kemarin.
Candaan itu kini jadi kenangan terakhir mendiang Meyke bersama keluarganya.
Meyke tewas akibat kecelakaan pesawat Sam Air.
Ia berangkat dari Bandara Djalaluddin ke Bandara Panua Pohuwato.
Namun belum sempat mendarat, pesawat ditumpanginya itu jatuh di area tambak warga.
Wanita kelahiran 1995 itu satu-satunya penumpang pesawat Sam Air rute Gorontalo-Pohuwato.
Ia pun tewas bersama Capt M Saefurubi A, First Officer M Arthur VG, dan teknisi bernama Budijanto.
Baca juga: Ega Habibie Kenang Mendiang Sri Meyke Male Suka Membuat Orang Tertawa
Sri Meninggalkan 3 Anak
Sri Meyke Male dikaruniai tiga anak dari pernikahannya dengan Fandy Ahmad.
Anak sulung bernama Nurul Ahmad kelas 2 SMP.
Anak kedua bernama Rafi Ahmad, siswa kelas 2 SD. Sementara anak bungsu bernama Naura, berusia 1 tahun 10 bulan.
Ketiga anaknya tersebut tinggal di rumah orang tua Sri Meyke Male di Jalan Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Kabar duka itu menyisakan pilu bagi keluarga, terutama ibunda Sri Meyke Male, Sofyan.
Pasalnya, baru saja kembali dari mengantar putrinya itu di Bandara Djalaluddin. Namun beberapa saat kemudian ia mendengar kabar pesawat jatuh.
Diketahui, jarak rumah Sofyan menuju Bandara Jalaludin Gorontalo ditempuh lebih dari satu jam perjalanan darat.
Sementara Bandara Bandara Jalaluddin ke Bandara Panua Pohuwato hanya membutuhkan waktu 30 menit.
Sehingga sang ibu belum tiba di rumah saat insiden itu terjadi.
“Belum sempat sampai di rumah, langsung balik setelah dengar kabar. Sekarang ibunya masih menunggu jenazah di Pohuwato,” ujar Anton Kadir, paman korban, saat ditemui TribunGorontalo.com di rumah duka, Minggu (20/10/2024).
Baca juga: Pelayat Diduga Kerasukan di Rumah Duka Korban Kecelakaan Pesawat SAM Air di Gorontalo
Sri Meyke Dimakamkan
Mendiang Sri Meyke Male dimakamkan di pekuburan keluarga pagi ini, Senin (21/10/2024). (TribunGorontalo.com/Nur Ainsyah Habibie)
Sri Meyke Male baru saja dimakamkam sekira pukul 08.50 Wita, Senin (21/10/2024).
Ratusan warga mengantarkan Meyke ke tempat peristirahatan terakhirnya di Jl Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Suasana haru biru menyelimuti rumah duka sejak prosesi shalat jenazah Sri Meyke Male.
Dalam prosesi shalat jenazah tersebut, suami Sri (Fandy Ahmad) tidak ikut bergabung dalam barisan jamaah.
Sang suami terlihat memeluk erat putra bungsunya yang masih kecil, sementara air mata terus mengucur di wajahnya.
Tangis keluarga almarhumah pun semakin pecah saat jamaah memulai takbir shalat jenazah.
Suara isak tangis menggema di antara doa-doa yang dipanjatkan oleh para pelayat yang hadir.
(TribunGorontalo.com/Nur Ainsyah Habibie)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.