Senin, 23 Maret 2026

Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo

Cerita Pj Gubernur Gorontalo Pernah Mencoba Penerbangan Perdana SAM Air ke Bandara Panua Pohuwato

Pada Minggu, 18 Februari 2024, maskapai tersebut menggelar penerbangan perdana menuju Bandara Panua Pohuwato. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Cerita Pj Gubernur Gorontalo Pernah Mencoba Penerbangan Perdana SAM Air ke Bandara Panua Pohuwato
Herjianto Tangahu
Penerbangan pertama kali ke Bandara Panua Pohuwato menggunakan maskapai SAM Air, 18 Februari 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pj Gubernur Gorontalo yang saat itu dijabat Ismail Pakaya, pernah menjajal pesawat SAM Air kecelakan pagi tadi, Minggu (20/10/2024). 

Pada Minggu, 18 Februari 2024, maskapai tersebut menggelar penerbangan perdana menuju Bandara Panua Pohuwato. 

Ini merupakan langkah awal penting sebelum peresmian bandara oleh Presiden Joko Widodo dua bulan kemudian, pada April 2024.

Pj. Gubernur Gorontalo saat itu, Ismail Pakaya, berSAMa dengan sejumlah pejabat forkopimda, berkesempatan menjadi penumpang pertama dalam penerbangan perintis tersebut.

Mereka lepas landas dari Bandara Djalaluddin Gorontalo sekitar pukul 09.00 Wita, menggunakan maskapai SAM Air.

Penerbangan tersebut menandai dimulainya rute penerbangan bersubsidi yang dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Sebelum boarding, Ismail menyempatkan diri menjawab sejumlah pertanyaan dari awak media, menunjukkan antusiasme dan harapannya terhadap penerbangan tersebut.

"Ini adalah penerbangan pertama kita ke Pohuwato," ujar Ismail.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Perhubungan atas dukungan terhadap program transportasi udara perintis ini, yang bertujuan memperluas akses ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Ismail menjelaskan bahwa penerbangan perintis ini merupakan bagian dari upaya memperkuat mobilitas udara di Gorontalo dan sekitarnya.

Bandara Djalaluddin Gorontalo kini melayani sembilan rute penerbangan interlokal, termasuk ke wilayah-wilayah seperti Pohuwato, Palu, Buol, Bolaang Mongondow, Manado, Siau, Naha, Miangas, dan Melonguane.

Rute-rute ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah serta mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

Penerbangan dari Gorontalo ke Pohuwato memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit, dan SAM Air melayani rute ini dua kali dalam seminggu.

Dengan kapasitas penumpang sebanyak 19 orang, penerbangan ini menjadi solusi transportasi penting untuk mempercepat mobilitas antara wilayah-wilayah di Gorontalo dan sekitarnya.

3 Kru Diterbangkan ke Kediaman Besok

Tiga kru pesawat SAM Air menjadi korban dalam kecelakaan penerbangan di area Bandara Panua Pohuwato, Minggu (20/10/2024).

Total ada empat korban jiwa akibat insiden tersebut.

Tiga korban adalah kru pesawat, masing-masing pilot, co pilot dan satu orang mekanik. Sementara satu korban lainnya berstatus penumpang.

Menurut petugas bandara itu mengatakan pilot dan co-pilot berasal dari Jakarta. Sedangkan  mekanik dari Balik Papan, Kalimantan Timur.
 
"Jadi besok itu ada tiga jenazah yang akan diberangkatkan," ujarnya saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com pada Minggu (20/10/2024).

Diberitakan sebelumnya, empat orang menjadi korban kecelakaan Pesawat PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM AIR) di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Minggu (20/10/2024) pagi Wita.

Pesawat SAM Air berkapasitas 19 penumpang ini diduga mengalami masalah sesaat sebelum mendarat di Bandara Panua Pohuwato.

Pesawat perintis milik PT SAM Air dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) mengalami jatuh di Bandara Panua, Pohuwato, Minggu (20/10/2024). (Ditjen Perhubungan Udara).

Seluruh korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Randangan. Adapun kondisi pesawat hancur, sayapnya terpisah dari badan.

Pesawat SAM Air ditemukan di kawasan tambak warga Randangan atau 200 meter dari Bandara Panua Pohuwato.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro masih sementara menuju lokasi Bandara Panua Pohuwato.

Sementara itu, Dandim 1313 Pohuwato, Letkol Inf. Madiyan Surya, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, menyebut masih akan melakukan pendataan detail di TKP.

"Saya lagi di lapangan guna mengumpulkan sejumlah data-data," tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved