Berita Provinsi Gorontalo
4 Mega Proyek Pembangunan Infrastruktur Jadi Legacy Presiden Jokowi di Provinsi Gorontalo
Selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan sejumlah insfrastruktur di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/empat-pembangunan-infrastruktur-di-Gorontalo-selama-pemerintahan-Presiden-Jokowi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan sejumlah insfrastruktur di Provinsi Gorontalo.
Kini era Kabinet Indonesia Maju akan segera berakhir.
Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih RI akan mengucapkan sumpah/janji jabatan pada Minggu (20/10/2024).
Selama menjadi Presiden RI, Jokowi tidak hanya fokus membangun di Pulau Jawa dan Sumatera. Tetapi juga di Kalimantan, Papua dan Sulawesi, termasuk Gorontalo.
Sedikitnya ada empat pembangunan infrastruktur di Gorontalo di era Jokowi, berdasarkan data yang dihimpun TribunGorontalo.com, Rabu (16/10/2024).
1. PLTU Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara
Sebenarnya proyek ini sempat diinisiasi jauh sebelum Jokowi jadi presiden, tepatnya tahun 2008 silam.
Pergantian Presiden tahun 2014 membawa angin segar bagi Gorontalo.
Beberapa kali pertemuan dengan Jokowi, dimanfaatkan Rusli Habibie, Gubernur saat itu, untuk curhat soal listrik.
Sebelum PLTU Anggrek beroperasi, ada PLTG Paguat 2×50 MW diresmikan Presiden Jokowi tahun 2016 lalu.
Saat ini ada juga pembangunan PLTG Tomilito dengan kapasitas yang sama. Itu artinya jaringan interkoneksi listrik SulutGo semakin surplus.
Berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas, adanya Pltu Anggrek, rasio elektrifikasi di Provinsi Gorontalo saat ini sudah mencapai 99,9 persen.
2. Bendungan Bulango Ulu
Bendungan/Waduk Bulango Ulu adalah proyek strategis nasional (PSN), yang mulai dilakukan pembangunannya pada tahun 2019.
Menjadi satu dari sekian PSN, Bendungan Bulango Ulu menelan alokasi APBN sebesar Rp 2,42 triliun.
Bendungan Bulango Ulu dirancang sebagai bendungan multifungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 2.200 liter per detik.
Selain itu, fungsi lainnya juga berpotensi sebagai sumber tenaga listrik dengan kapasitas 4,96 MW.
Lebih jauh di sektor pertanian, proyek ini akan mendukung irigasi untuk area pertanian seluas 4.950 hektar, dan memainkan peran kritikal dalam pengendalian banjir di wilayah hilir Sungai Bolango dengan mereduksi debit banjir hingga 414 meter kubik per detik.
Pada April lalu, Jokowi datang ke Gorontalo dan melihat langsung progres pengerjaan fisik yang baru sekitar 48,4 persen.
Luas genangan dari bendungan mencapai 483 hektar, menandakan skala besar dari proyek ini dalam upaya mengamankan dan memanfaatkan sumber daya air di region tersebut, utamanya di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.
3. Jalan Gorontalo Outer Ring (GORR) Kabupaten Gorontalo
GORR membentang sepanjang 46,2 kilometer yang menghubungkan Bandara Djalaluddin dengan Pelabuhan Gorontalo.
Jalan ini juga sekaligus terhubung dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi.
Pembangunan jalan GORR merupakan salah satu jalan nasional non-tol (tidak berbayar) yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo, secara bertahap sejak 2014.
Pembangunan GORR ini terdiri dari tiga segmen yakni segmen I sepanjang 15 kilometer, segmen II dengan panjang 11 kilometer, dan segmen III sepanjang 19 kilometer.
Saat ini pekerjaan untuk segmen I dan II sudah hampir rampung.
Sementara untuk segmen III sepanjang 15,17 kilometer, sudah selesai feasibility study (FS) atau studi kelayakan, Detail Engineering Design (DED), dan sedang dalam tahap pembebasan lahan di berapa titik.
Disamping, GORR juga mendukung konektivitas tiga wilayah penghasil jagung yakni Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kabupaten Gorontalo.
Alokasi anggaran untuk segmen III diproyeksikan sebesar Rp 285 miliar.
Baca juga: Ingat Kasus Wanita Curi HP dan Laptop Teman di Kota Gorontalo? Kini Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
4. Bandara Panua Pohuwato
Bandara ini memiliki panjang landasan pacu 1.600 meter dan lebar 30 meter yang melayani penerbangan dari dan ke Gorontalo, Manado, dan Makassar.
Sebagaimana diketahui, proyek pengerjaan Bandara Pohuwato menelan dana sebesar Rp 100 miliar.
Dana tersebut meliputi penambahan penimbunan lokasi bandara,
Termasuk perbaikan landasan pacu sepanjang kurang lebih 1200 meter.
Bandara Pohuwato akan menjadi satuan pelayanan di bawah Bandara Pogogul Buol, Sulawesi Tengah.
Bandara ini telah dirintis pada pemerintahan Bupati Pohuwato sebelumnya atau sekitar 15 tahun lalu.
Proyek strategis nasional ini sudah rampung dan mulai melayani penerbangan domestik, yang telah diresmikan oleh Jokowi pada April 2024 lalu.
(TribunGorontalo.com/Herjianto)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.