TribunUMKM
Mahasiswi IAIN Gorontalo Ini Sukses Berbisnis Online di Tengah Kesibukan Kuliah
Awalnya, ia sempat merasa terasing karena teman-temannya memilih melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri lain, sementara ia sendiri masuk di IAI
Penulis: Syarifudin Madina | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-10-15_Zenab-G-Daud.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Zenab G Daud (22), seorang mahasiswi di IAIN Gorontalo, bercerita tentang perjalanan hidupnya yang unik.
Awalnya, ia sempat merasa terasing karena teman-temannya memilih melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri lain, sementara ia sendiri masuk di IAIN Gorontalo.
Namun, seiring berjalannya waktu, Zenab mampu beradaptasi dan merasa nyaman dengan lingkungan barunya.
Mahasiswi jurusan Manajemen Dakwah ini tidak hanya fokus pada studinya.
Sejak tahun 2022, ia memulai usaha sampingan berupa bisnis online yang berkembang pesat hingga kini.
Zenab menjual berbagai macam produk mulai dari pakaian dewasa, pakaian bayi, sepatu, casing handphone, hingga perabotan rumah tangga.
Berada di semester 9, Zenab mengelola bisnisnya dengan sangat disiplin, berjualan dari pagi hingga malam di tengah-tengah jadwal kuliahnya yang padat.
Ia berbagi cerita tentang bagaimana awalnya ia terjun ke dunia bisnis online.
Inspirasi datang dari pertanyaan teman-temannya yang kerap memintanya membeli barang yang mereka suka.
"Awalnya saya sering ditanya, ‘Beli di mana? Keren ini, boleh tolong pesankan satu?’ Karena banyak yang minta tolong, saya akhirnya memutuskan untuk membuka usaha online," ungkap Zenab.
Dengan modal awal Rp500.000 dari hasil tabungannya sendiri, Zenab memberanikan diri membuka toko online bernama Jeje Shop.
Dari sana, ia mulai menjual berbagai produk dengan harga terjangkau.
Casing handphone, misalnya, dijual dengan harga Rp20.000 hingga Rp90.000, tergantung jenis dan kualitasnya.
Pakaian bayi, baju tidur, dan kaos santai berkisar dari Rp20.000 hingga lebih dari Rp100.000.
Tak hanya itu, Zenab juga menawarkan perhiasan seperti gelang, cincin, dan kalung, yang harganya mencapai Rp95.000, dengan opsi custom nama.
Namun, perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Zenab mengaku kerap menghadapi tantangan, mulai dari pembatalan pesanan oleh pelanggan tanpa alasan jelas, hingga kekeliruan pelanggan dalam memesan produk.
"Terkadang ada pelanggan yang tiba-tiba membatalkan pesanan, dan ada juga yang salah menyebut barang yang mereka pesan," kata Zenab.
Meskipun demikian, dengan kesabaran dan ketekunannya, Zenab mampu melewati semua tantangan tersebut.
Ia merasa termotivasi oleh orang-orang di sekitarnya dan terinspirasi oleh hasil yang ia dapatkan dari usahanya.
"Keuntungannya tergantung barang yang dibeli. Kalau ada 20 casing handphone yang terjual, keuntungannya bisa mencapai Rp450.000," jelas Zenab ketika diwawancarai oleh Tribun Gorontalo pada Senin (14/10/2024).
Ke depannya, Zenab berharap bisa membuka toko fisik yang lebih besar dan mapan untuk terus mengembangkan bisnisnya.
"Harapan saya bisa punya toko besar yang bisa membantu saya meneruskan usaha ini," tambahnya penuh semangat. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.