Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026

Perempuan Inspiratif Gorontalo

Diah Thaib Mahasiswi Teknik Ukir Prestasi Taekwondo, Kini Tantang Diri di Ajang Nou Uti Gorontalo

Rabiah Diah Musdalifa Thaib atau akrab disapa Dia merupakan mahasiswi jurusan Teknik Sipil di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). 

Tayang:
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Diah Thaib Mahasiswi Teknik Ukir Prestasi Taekwondo, Kini Tantang Diri di Ajang Nou Uti Gorontalo
Kolase TribunGorontalo.com
Rabiah Diah Musdalifa Thaib, sosok mahasiswi teknik Universitas Negeri Gorontalo berprestasi 

Saat itu, ia mengikuti pertandingan antar sekolah di sanggar pramuka. 

Pada pertandingan tersebut, Diah berhasil meraih juara 3, yang kemudian menjadi pintu masuk bagi perjalanan panjangnya di dunia taekwondo. 

Sejak saat itu, Diah semakin berprestasi dan memenangkan banyak kejuaraan. 

Beberapa prestasi gemilang yang diraihnya termasuk juara 1 di Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), juara 1 pada Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) 2018, serta juara di berbagai ajang bergengsi lainnya seperti Kejurnas, Bupati Cup, dan Kejuaraan Provinsi (Kejuprov). 

Diah bahkan mencatatkan namanya sebagai juara 1 di Zubo Cup, sebuah pencapaian yang ia banggakan, meskipun ada beberapa kejuaraan lain yang sudah tidak bisa ia sebutkan satu persatu saking banyaknya.

Meskipun perjalanan kariernya sebagai atlet penuh dengan kemenangan, tidak bisa dipungkiri bahwa latihan dan pertandingan selalu menyisakan rasa sakit fisik. 

Diah sering kali merasa tubuhnya merah lebam setelah bertanding.

Namun, semua rasa sakit itu seolah hilang ketika ia berdiri di atas podium sebagai pemenang. 

“Semua terbalaskan saat saya naik podium,” ujarnya dengan bangga.

Bagi Diah, kunci sukses bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang dilaluinya. 

Ia percaya bahwa untuk mencapai hasil yang memuaskan, seseorang harus rela melewati proses yang sulit dan penuh tantangan, seberat dan sesakit apa pun itu. 

“Saya meyakini, jika ingin mendapatkan hasil yang memusakan maka saya harus mengikuti proses sesakit apapun itu,” ujar Diah dengan penuh optimis.

Filosofi ini tidak hanya ia terapkan dalam taekwondo, tetapi juga dalam kehidupannya secara umum, baik di bidang akademik maupun dalam mengejar impian lainnya.

Namun, dengan kesibukan kuliah yang semakin padat, Diah mulai mengurangi aktivitasnya sebagai atlet dan lebih banyak latihan sebagai wasit dalam berbagai pertandingan taekwondo. 

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Bentor Muatan Berlebih Bakal Ditilang - Ponakan Tikam Paman di Tibawa

Masuk Kompetisi Nou Uti Gorontalo

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved