Wisata Gorontalo
Suasana Horor di Wisata Pemandian Bak Potanga, Warna Air Menghitam
Berlokasi di Jalan Usman Isa, Pilolodaa, Kecamatan Kota Barat Gorontalo, destinasi yang pernah menjadi primadona masyarakat ini tampak sepi dan tak la
Penulis: Syarifudin Madina | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-Bak-Potanga-Gorontalo-yang-tampak-mengerikan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Tempat wisata pemandian Bak Potanga, yang dulunya ramai dikunjungi wisatawan, kini terbengkalai dan kehilangan pesonanya.
Berlokasi di Jalan Usman Isa, Pilolodaa, Kecamatan Kota Barat Gorontalo, destinasi yang pernah menjadi primadona masyarakat ini tampak sepi dan tak lagi menarik bagi pengunjung.
Ketika TribunGorontalo.com mengunjungi lokasi pada Rabu (09/10/2024), tempat itu sudah dipenuhi rumput liar, dengan sampah yang berserakan di selokan di sekitar gerbang masuk.
Suasananya terlihat menyeramkan, apalagi dengan keberadaan gedung tua kosong yang dulunya digunakan sebagai kantin dan tempat beristirahat para wisatawan.
Selain itu, toilet dan ruang ganti yang berada di area tersebut juga sudah tidak layak pakai.
"Rumput tumbuh di sekitar toilet membuat tempat ini terlihat menyeramkan," kata Sarintan Djafar (60), warga sekitar.
Fasilitas lain seperti seluncuran dan tempat duduk juga sudah mengalami kerusakan parah.
Yang paling memprihatinkan adalah kondisi kolam pemandian yang terkenal karena menggunakan mata air pegunungan.
Kini, air di dalamnya berubah menjadi hitam kehijauan dan berlumut, jelas tidak layak lagi untuk berenang.
Dahulu, Pemandian Potanga terkenal karena kolam renangnya yang memiliki ukuran 20 x 8 meter, dengan mata air alami yang memberikan sensasi kesegaran khas pegunungan.
Namun, seiring berjalannya waktu dan tanpa adanya pengelolaan yang baik, tempat ini kehilangan daya tariknya.
"Waktu pemiliknya meninggal, tempat ini sudah tidak diurus lagi," ujar Sarintan.
Kisman Mohammad, pemilik sebelumnya, semasa hidupnya mengelola tempat ini dengan baik, menjadikannya salah satu destinasi favorit bagi warga lokal.
Sarintan juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu ada dua orang yang datang membersihkan bak penampungan air, tetapi mereka tidak tahu siapa mereka dan tidak ada tindak lanjut dari usaha tersebut.
Dulunya, kolam ini memiliki kedalaman 3 meter untuk orang dewasa, namun setelah direnovasi, kini hanya tersisa kedalaman 1,5 meter.