Berita Kota Gorontalo

Pedagang Curhat Pasar Sentral Gorontalo Sepi Pengunjung 'Orang Lebih Tertarik Belanja Online'

Pedagang Pasar Sentral Kota Gorontalo mencurahkan hati (curhat) kondisi pengunjung kian berkurang.

Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Nur Ainsyah Habibie
Kondisi pasar sentral Kota Gorontalo pada Rabu (9/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pedagang Pasar Sentral Kota Gorontalo mencurahkan hati (curhat) kondisi pengunjung kian berkurang.

Padahal dahulunya pasar sentral merupakan salah satu pusat perbelanjaan paling ramai.

Nada Lamusu (26), pedagang pakaian menduga minimnya intensitas pengunjung disebabkan perkembangan teknologi.

Menurutnya, masyarakat cenderung menyukai belanja online ketimbang datang ke pasar secara langsung.

“Mungkin jadi sepi karena orang-orang lebih tertarik untuk belanja online,” ujar Nada kepada TribunGorontalo.com, Rabu (9/10/2024).

Situasi ini semakin diperparah dengan tuntutan biaya sewa lapak di pasar sentral.

Tak hanya itu saja, permasalahan ini juga disebabkan oleh semakin maraknya persaingan perdagangan secara online.

Kata Nada, biaya sewa lapak jualan naik drastis sejak Agustus 2023 dan diterapkan secara menyeluruh pada Juli 2024.

Para pedagang terpaksa harus membayar sewaan, sementara omzet mereka kian menurun.

“Harga sebelumnya per toko itu Rp80 ribu hingga Rp90 ribu, sekarang sudah Rp500 ribu per bulan," tuturnya.

Kemudian biaya sewa tempat Rp4.500 per hari, sebelumnya Rp2 ribu.

Pada saat yang sama, Ayu (34) mengatakan bahwa dirinya lebih sering berbelanja online.

“Lebih praktis, tidak perlu susah-susah, cukup buka handphone sudah dapat yang mau dibeli," jelas Ayu.

"Kecuali yang mau saya beli tidak ada di kios-kios baru saya ke sini seperti hari ini,” sambungnya.

Sementara itu, Marni (40) warga Gorontalo cukup menyayangkan kondisi pasar sentral saat ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved