Rabu, 18 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Helmiyanti Penjual Pop Ice di Gorontalo, Modal 200 Ribu Kini Omzet Belasan Juta per Bulan 

Helmiyanti (42), ibu rumah tangga  merupakan penjual Pop Ice terkenal di Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Helmiyanti Penjual Pop Ice di Gorontalo, Modal 200 Ribu Kini Omzet Belasan Juta per Bulan 
TribunGorontalo.com/Tika Habibie
Mbak Ani saat melayani pembeli pop ice pada Rabu (2/10/2024) malam. 

(Laporan Wartawan TribunGorontalo.com/ Tika Habibie)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Helmiyanti (42), ibu rumah tangga  merupakan penjual Pop Ice terkenal di Gorontalo.

Sebelum menjadi penjual Pop Ice, wanita akrab disapa Mbak Ani itu sempat menjual kue.

Ia kerap menjajakan kue khas Makassar di seputaran Kota Gorontalo.

Kemudian pada 2017, Mbak Ani memutuskan beralih ke usaha Pop Ice.

Bermodalkan 200 ribu, hasil dari jualan kue itu, Mbak Ani mulai fokus berjualan Pop Ice di Kota Gorontalo.

Tak tanggung, penghasilannya pun meningkat.

“Pendapatan dalam sebulan itu bisa capai 15 Juta,” kata Mbak Ani kepada TribunGorontalo.com pada Rabu (02/10/24) malam. 

Awal kehidupan

Diketahui Mbak Ani merupakan warga asli Makasar.

Ia lalu merantau ke Gorontalo dan menikah saat kelas 1 SMP.

Setelah menikah, Mba Ani ikut merantau bersama suaminya. 

“Ikut suami merantau ke Sulawesi Barat, kemudian pindah lagi ke Kalimantan, terakhir pindah dan menetap di Gorontalo,”jelas Mbak Ani. 

Memiliki empat orang anak yang harus dihidupi, membuat Mbak Ani dan suaminya bekerja keras.

Suami Mbak Ani bekerja sebagai buruh pabrik tahu.

Kehidupan Mbak Ani tidak seperti sekarang. Ia mengaku pernah mengalami kesulitan finansial.

“Dulu itu kami pernah, bahkan sering tidak makan seharian karena tidak punya uang,” katanya.

Hal tersebut membuat ia tergerak untuk mencari pemasukan dari tempat lain.

“Penghasilan suami belum cukup jadi saya berinisiatif kerja untuk membantu suami,” lanjutnya.

Sebelumnya Mba Ani sempat mencoba menjajakan kue keliling, kemudian beralih berjualan pop ice pada tahun 2017 silam.

Dalam berjualan pop ice, lapak Mba Ani masih sangat sederhana. Kala itu ia menggunakan satu buah meja yang diletakkan di pinggir jalan. 

Diakui Mba Ani, saat itu belum ada yang tertarik untuk beli jualannya.

Menurutnya, orang-orang lebih tertarik jika dagangan menggunakan gerobak. 

Pop Ice Tarantuo milik Mbak Ani di Jalan Sudirman Kota Gorontalo
Pop Ice Tarantuo milik Mbak Ani di Jalan Sudirman Kota Gorontalo (TribunGorontalo.com/Tika Habibie)

Baca juga: Cerita Andre Kurniawan, Penjual Roti Keliling Boalemo, Bermimpi Sukses di Gorontalo

Namun, Mbak Ani tetap sabar, tekun, percaya diri, dan konsisten merintis usahanya itu. 

Selang sebulan setelah Mba Ani berjualan, lapak Mba Ani sudah mulai ramai pembeli hingga akhirnya membeludak.

Kini ia sudah memiliki delapan booth pop ice. Usaha bernama 'Tarantuo' itu tersebar di Kota Gorontalo. 

Dari hasil usaha pop ice Tarantuo ini, Mbak Ani sudah berhasil memberi rumah, mobil, motor, hingga bangunan usaha burung walet.

Jatuh bangun dalam setiap usaha itu sudah pasti ada. Namun Mbak Ani menyikapi hal itu sebagai dorongan untuk semakin tekun dalam berusaha. 

“Titik terendah waktu covid, tidak bisa berjualan karena ada larangan dari pemerintah,” kata Mba Ani dengan raut wajah berkaca-kaca.

“Saya rugi besar-besaran, tidak bisa makan sampai akhirnya jual motor,” lanjutnya.

Selain mengalami kerugian saat covid, salah satu booth Mba Ani yang berlokasi di Taruna Remaja juga sempat digusur oleh satpol PP. Mereka berdalih penataan kota oleh Pemerintah Kota Gorontalo. 

Namun, Mbak Ani tak patah semangat berjualan pop ice.

Sebaliknya, ia justru semakin semangat dan terus mencari cara untuk membalikkan kerugian menjadi untung. 

“Jatuh bangun membuat saya semakin semangat untuk terus evaluasi usaha ini,” kata Mbak Ani.

Ia berharap para pelaku UMKM di luar sana juga bisa tekun dalam bekerja dan berusaha agar mendapat hasil yang maksimal.

“Apapun usahanya itu ditekuni dengan baik, jangan bosan. Jatuh bangun itu sudah biasa,” pungkasnya.

 

(TribunGorontalo.com/Tika Habibie)

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved