Human Interest Story
Cerita Helmiyanti Penjual Pop Ice di Gorontalo, Modal 200 Ribu Kini Omzet Belasan Juta per Bulan
Helmiyanti (42), ibu rumah tangga merupakan penjual Pop Ice terkenal di Gorontalo.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mbak-Ani-saat-melayani-pembeli-pop-ice.jpg)
Kehidupan Mbak Ani tidak seperti sekarang. Ia mengaku pernah mengalami kesulitan finansial.
“Dulu itu kami pernah, bahkan sering tidak makan seharian karena tidak punya uang,” katanya.
Hal tersebut membuat ia tergerak untuk mencari pemasukan dari tempat lain.
“Penghasilan suami belum cukup jadi saya berinisiatif kerja untuk membantu suami,” lanjutnya.
Sebelumnya Mba Ani sempat mencoba menjajakan kue keliling, kemudian beralih berjualan pop ice pada tahun 2017 silam.
Dalam berjualan pop ice, lapak Mba Ani masih sangat sederhana. Kala itu ia menggunakan satu buah meja yang diletakkan di pinggir jalan.
Diakui Mba Ani, saat itu belum ada yang tertarik untuk beli jualannya.
Menurutnya, orang-orang lebih tertarik jika dagangan menggunakan gerobak.
Baca juga: Cerita Andre Kurniawan, Penjual Roti Keliling Boalemo, Bermimpi Sukses di Gorontalo
Namun, Mbak Ani tetap sabar, tekun, percaya diri, dan konsisten merintis usahanya itu.
Selang sebulan setelah Mba Ani berjualan, lapak Mba Ani sudah mulai ramai pembeli hingga akhirnya membeludak.
Kini ia sudah memiliki delapan booth pop ice. Usaha bernama 'Tarantuo' itu tersebar di Kota Gorontalo.
Dari hasil usaha pop ice Tarantuo ini, Mbak Ani sudah berhasil memberi rumah, mobil, motor, hingga bangunan usaha burung walet.
Jatuh bangun dalam setiap usaha itu sudah pasti ada. Namun Mbak Ani menyikapi hal itu sebagai dorongan untuk semakin tekun dalam berusaha.
“Titik terendah waktu covid, tidak bisa berjualan karena ada larangan dari pemerintah,” kata Mba Ani dengan raut wajah berkaca-kaca.
“Saya rugi besar-besaran, tidak bisa makan sampai akhirnya jual motor,” lanjutnya.