Human Interest Story

Cerita Andre Kurniawan, Penjual Roti Keliling Boalemo, Bermimpi Sukses di Gorontalo

Andre Kurniawan (23) pria asal Magetan, Jawa Timur bercerita kehidupan barunya di Gorontalo.

Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Andre Kurniawan, Penjual Roti Keliling Boalemo, Bermimpi Sukses di Gorontalo
TribunGorontalo.com/Nawir
Andre Kurniawan, sosok penjual roti keliling di Kabupaten Boalemo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Andre Kurniawan (23) pria asal Magetan, Jawa Timur bercerita kehidupan barunya di Gorontalo.

Andre mengaku sudah dua bulan tinggal di Kabupaten Boalemo.

Kedatangan Andre ke Gorontalo merupakan keinginannya sendiri. Ia ingin membantu perekonomian keluarganya di kampung.

"Gorontalo itu terkenal dengan banyaknya orang Jawa yang sukses. Jadi saya berkeinginan untuk menjadi orang-orang tersebut," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (2/10/2024).

Andre merantau ke Gorontalo bersama empat temannya.

Mereka mula-mula berencana membuka usaha Kota Gorontalo. 

Namun karena keterbatasan anggaran, Andrea dan teman-temannya memutuskan berpencar.

"Kalau saya minta di Boalemo untuk jualan roti, kebetulan ada kakak sepupu saya di sini. Kemudian satu orang tinggal di kota, yang duanya di Telaga dan Limboto," ujar Andre.

Selama dua bulan di Kabupaten Boalemo, pendapatan Andre berkisar Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta.

Sebagian penghasilannya ditabung untuk membuka usaha baru.

"Saya berencana untuk membuka usaha jualan sempol atau tidak bakso goreng, jadi saya harus banyak menabung," jelasnya.

Sementara penghasilan lainnya disisihkan untuk keluarganya.

"Beruntung saya tinggal dengan sepupu. Jadi uang untuk tempat tinggal bisa dikasih sama keluarga di Jawa," tuturnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum Ketua Organisasi Mahasiswa di Gorontalo Diduga Lecehkan Junior, Ajak VCS Korban

Adapun jualan roti milik Andre memiliki aneka rasa.

Ada rasa coklat kacang, kacang ijo, keju, dan rasa roti original.

Semuanya dibanderol Rp 10 ribu per tiga roti.

Andre Kurniawan mulai berjualan dari pukul 08.00 Wita. Ia berjalan dari Desa Hungayonaa sampai Desa Lahumbo.

Andre sering mangkal di depan-depan sekolah, maupun perkantoran untuk berjualan.

"Kebanyakan pembeli itu kalau bukan siswa, ya pegawai kantor," ungkapnya.

Pemuda ini hanya bisa berharap dagangannya laku dan cita-citanya tercapai.

"Saya berkeinginan untuk jadi sukses di Gorontalo, jadi saya berharap agar dagangan roti saya bisa selalu laku terjual," pungkasnya.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved