Gempa Bumi
Gempa Bumi Guncang Gorontalo pada 01 Oktober Dini Hari, Segini Kekuatannya
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 06.43 Wita.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Titik-titik-gempa-di-wilayah-Gorontalo-data-BMKG-per-01-Oktober-2024.jpg)
Sulawesi juga memiliki banyak sesar aktif yang merupakan sumber gempa bumi. Salah satu sesar paling terkenal di Sulawesi adalah Sesar Palu-Koro yang memanjang di bagian tengah pulau.
Sesar ini sering kali menyebabkan gempa kuat, seperti yang terjadi pada gempa besar di Palu pada tahun 2018.
• Zona Subduksi Laut Maluku
Di sebelah timur laut Sulawesi, terdapat Zona Subduksi Laut Maluku di mana Lempeng Pasifik bertemu dengan Lempeng Eurasia.
Aktivitas di zona ini juga sering memicu gempa bumi, terutama di wilayah utara Sulawesi seperti Gorontalo, Manado, dan sekitarnya.
• Pergerakan Mikro-Lempeng
Sulawesi merupakan daerah yang terpecah menjadi beberapa mikro-lempeng atau lempeng kecil, seperti Lempeng Banggai-Sula dan Lempeng Sangihe.
Interaksi di antara mikro-lempeng ini, ditambah dengan interaksi dengan lempeng besar, dapat memicu gempa bumi di wilayah tersebut.
Akibat letaknya yang berada di antara beberapa lempeng tektonik besar dan mikro-lempeng, Sulawesi sering mengalami gempa bumi baik yang dangkal maupun dalam.
Gempa yang dangkal biasanya lebih berpotensi merusak, sementara gempa dalam lebih sering terasa di wilayah yang lebih luas namun dampaknya lebih kecil. (*)