Minggu, 8 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Saripudin, Alumnus Teknik Elektro Universitas Negeri Gorontalo Peraih Beasiswa S2

Saripudin sosok mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil meraih beasiswa Strata-2 (S2) dari Kominfo RI

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Saripudin, Alumnus Teknik Elektro Universitas Negeri Gorontalo Peraih Beasiswa S2
Dok pribadi
Saripudin mahasiswa lulusan Universitas Negeri Gorontalo peraih beasiswa Kominfo RI 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Saripudin sosok alumnus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil meraih beasiswa Strata-2 (S2) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 

Ia berkesempatan melanjutkan studinya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kepada TribunGorontalo.com, Saripudin mengaku bersyukur karena bisa mewujudkan impiannya.

"Beasiswa program pemerintah dapat membantu kami meraih impian, saya berharap beasiswa seperti ini banyak di berikan kepada mereka yang memiliki niat dan tekad kuat melanjutkan studi," ungkap Saripudin kepada TribunGorontalo.com, Rabu (18/9/2024).

Biografi

Saripudin terlahir dari keluarga sederhana.

Ia merupakan anak kandung pasangan Sudi Tayo dan Farida. Kedua orang tuanya merupakan petani di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

Keluarga ini hidup dengan kesederhanaan dan penuh perjuangan, tetapi nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan semangat pantang menyerah selalu tertanam kuat dalam diri Saripudin sejak kecil.

"Meskipun tumbuh dalam kondisi terbatas, saya selalu memiliki tekad yang besar untuk mengubah nasib dan memberikan yang terbaik bagi keluarga," terangnya.

Ketika menginjak usia dewasa, Saripudin memutuskan untuk merantau ke Gorontalo demi melanjutkan pendidikannya.

Pada tahun 2017, Saripudin diterima sebagai mahasiswa S1 Teknik Elektro di Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo melalui jalur Beasiswa Bidikmisi.

Bagi Saripudin, ini adalah langkah awal dalam menggapai cita-citanya sejak masih bersekolah di SMK Negeri 1 Tolitoli.

Selama masa kuliah, Saripudin selalu berusaha untuk tidak terlalu membebani kedua orang tuanya.

Ia menyadari betul bahwa biaya kuliah dan kehidupan sehari-hari di perantauan bukanlah hal yang murah. 
Dengan tekad kuat, Saripudin mencari berbagai cara untuk mandiri secara finansial.

"Saya mengambil pekerjaan paruh waktu untuk meringankan beban ekonomi keluarganya. Meskipun jadwal kuliah padat, saya tetap berhasil menjaga keseimbangan antara belajar dan bekerja," ucapnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved