Senin, 16 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Mbah Sartin Akase, Penjual Nasi Bulu di Alun-Alun Tilamuta Gorontalo 

Sartin Akase (70) berjualan nasi bulu (nasi jaha) di Alun-alun Tilamuta. Mbah (nenek) Sartin mengaku sudah lama menjual kudapan khas lebaran tersebut

Tayang:
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Mbah Sartin Akase, Penjual Nasi Bulu di Alun-Alun Tilamuta Gorontalo 
TribunGorontalo.com/Nawir
Sartin Akase biasa berjualan nasi bulu di Alun-alun Tilamuta Kabupaten Boalemo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Sartin Akase (70) berjualan nasi bulu (nasi jaha) di Alun-alun Tilamuta. 

Mbah (nenek) Sartin mengaku sudah lama menjual kudapan khas lebaran tersebut.

"Saya memang sudah lama berjualan nasi bulu, sejak tahun 80-an," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (15/9/2024).

Nenek Sartin tidak berjualan di luar setiap hari.

"Kalau di lapangan paling hanya malam kamis dan malam Minggu, untuk hari lainnya saya berjualan di rumah," tuturnya.

Sartin tinggal di Dusun Simpang Tiga, Desa Limbato, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.

Selain nasi bulu, Sartin juga berjualan sate ayam dan sate ikan dengan sambal kacang dan cabai.

Ia berjualan di lapangan Alun-alun Tilamuta sejak pukul 16.00 hingga 22.00 Wita.

Ia juga menerima pesanan di rumah sejak pukul 10.00 hingga 22.00 Wita.

Nenek Sartin bisa menjual lebih dari 250 biji nasi bulu seharga Rp 5 ribu per empat picis.

Adapun sate ayam dan ikan dijual Rp 2 ribu rupiah per tusuk.

Sartin berharap jualannya senantiasa laku di pasaran.

"Semoga lancar saja, karena untuk saat ini itu saja yang saya inginkan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved