Human Interest Story
Cerita Mbah Sartin Akase, Penjual Nasi Bulu di Alun-Alun Tilamuta Gorontalo
Sartin Akase (70) berjualan nasi bulu (nasi jaha) di Alun-alun Tilamuta. Mbah (nenek) Sartin mengaku sudah lama menjual kudapan khas lebaran tersebut
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sartin-Akase.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Sartin Akase (70) berjualan nasi bulu (nasi jaha) di Alun-alun Tilamuta.
Mbah (nenek) Sartin mengaku sudah lama menjual kudapan khas lebaran tersebut.
"Saya memang sudah lama berjualan nasi bulu, sejak tahun 80-an," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (15/9/2024).
Nenek Sartin tidak berjualan di luar setiap hari.
"Kalau di lapangan paling hanya malam kamis dan malam Minggu, untuk hari lainnya saya berjualan di rumah," tuturnya.
Sartin tinggal di Dusun Simpang Tiga, Desa Limbato, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Selain nasi bulu, Sartin juga berjualan sate ayam dan sate ikan dengan sambal kacang dan cabai.
Ia berjualan di lapangan Alun-alun Tilamuta sejak pukul 16.00 hingga 22.00 Wita.
Ia juga menerima pesanan di rumah sejak pukul 10.00 hingga 22.00 Wita.
Nenek Sartin bisa menjual lebih dari 250 biji nasi bulu seharga Rp 5 ribu per empat picis.
Adapun sate ayam dan ikan dijual Rp 2 ribu rupiah per tusuk.
Sartin berharap jualannya senantiasa laku di pasaran.
"Semoga lancar saja, karena untuk saat ini itu saja yang saya inginkan," pungkasnya.