Gorontalo Terkini
Sampah Menumpuk di Perbatasan Desa Mohungo dan Desa Pentadu Timur, Warga Resah
Dengan adanya keluhan warga ini, diharapkan pemerintah daerah segera bertindak cepat untuk mengatasi permasalahan sampah di Desa Mohungo dan sekitarny
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tumpukan-sampah-di-bahu-jalan-Boalemo-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Tumpukan sampah di perbatasan Desa Mohungo dan Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, menjadi sorotan warga.
Sudah enam bulan lamanya sampah ini tidak dibersihkan, dan lokasinya berada di sepanjang jalan menuju Tempat Pelelangan Ikan Tilamuta.
Ahmad Latinapa, salah satu warga setempat, mengungkapkan keluhannya terkait situasi ini. Setiap hari, ia melewati jalur tersebut saat menuju pelelangan ikan.
"Sudah sekitar enam bulan sampah ini dibiarkan menumpuk, tidak pernah dibersihkan," kata Ahmad kepada TribunGorontalo.com.
Ahmad juga mengungkapkan rasa tidak nyaman akibat serangga yang berasal dari tumpukan sampah itu.
"Setiap lewat, saya pasti berurusan dengan lalat. Banyak sekali lalat di sini, sangat menjijikkan. Belum lagi bau busuk yang menyengat," tambahnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk membersihkan lokasi tersebut.
"Hal yang paling penting saat ini adalah membersihkan tempat ini," ujarnya dengan tegas.
Keluhan serupa disampaikan oleh Rijal Husain, warga lainnya. Rijal mengingatkan bahwa Desa Mohungo merupakan daerah yang rawan banjir.
Ia khawatir tumpukan sampah ini bisa memperparah situasi saat banjir tiba.
"Kalau sampah ini dibiarkan, air banjir bisa saja membawa sampah-sampah ini dan menyebarkan penyakit," kata Rijal.
Rijal juga pernah turun tangan membersihkan area tersebut bersama warga lainnya.
"Saya sempat membantu beberapa lansia membersihkan sampah di sini. Miris melihat kondisi ini. Mobil pengangkut sampah sudah disediakan oleh pemerintah, tapi kenapa tidak digunakan untuk membersihkan sampah di jalan ini?" keluhnya.
Meskipun warga sudah berupaya membersihkan, sampah tetap saja menumpuk kembali.
"Kami sudah bersihkan sampai tuntas, bahkan kami bakar, tapi esoknya sampah ada lagi," tambahnya dengan kecewa.
Rijal berharap masalah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah.
"Ini bukan tempat sampah, ini jalan umum yang sering dilalui masyarakat. Kami berharap pemerintah segera membersihkan sampah-sampah ini," tutupnya.
Merespons keluhan warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Boalemo, Roswita Novia Ismanto, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas masalah kebersihan dan mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika ada tumpukan sampah di wilayah mereka.
"Tempat itu bukan lokasi pembuangan sampah, jadi kami mohon agar masyarakat tidak membuang sampah di sana karena dapat merusak lingkungan sekitar," tegas Roswita.
Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih disiplin dalam membuang sampah.
"Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika sampah di rumah sudah menumpuk, cukup letakkan di depan rumah, dan hubungi petugas kebersihan. Jangan buang sampah sembarangan," pungkasnya.
Dengan adanya keluhan warga ini, diharapkan pemerintah daerah segera bertindak cepat untuk mengatasi permasalahan sampah di Desa Mohungo dan sekitarnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.