Zona Perang
Rusia Mewanti-wanti Amerika Serikat tak Izinkan Ukraina Gunakan Rudal Storm Shadow
Menurutnya, izin penggunaan drone bernama Storm Shadow tersebut dapat meningkatkan eskalasi perang antara Rusia dan Ukraina.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rudal-Storm-Shadow-yang-ditakuti-Rusia.jpg)
Rudal Storm Shadow: Senjata Canggih yang Memicu Ketegangan
Storm Shadow adalah rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan dari udara dan telah memainkan peran penting dalam operasi militer modern, terutama dalam konflik yang melibatkan negara-negara NATO.
Rudal ini dikembangkan bersama oleh Prancis dan Inggris, dengan keunggulan kombinasi presisi dan kemampuan siluman dalam menghantam target dari jarak jauh.
Rudal ini menggunakan mesin turbojet yang memungkinkan kecepatan subsonik, dengan jangkauan operasional sekitar 560 km.
Jangkauan ini memungkinkan pasukan untuk menyerang target bernilai tinggi sambil menjaga pesawat tetap berada pada jarak aman dari sistem pertahanan udara musuh.
Kepala peledaknya memiliki desain BROACH khusus yang mampu menembus target yang diperkuat, seperti bunker, sebelum meledak dengan kekuatan eksplosif yang besar.
Selama konflik yang sedang berlangsung di Ukraina, Inggris memberikan rudal Storm Shadow kepada Ukraina, yang secara signifikan meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh negara tersebut.
Prancis juga memberikan rudal SCALP, varian dari Storm Shadow, yang memberi pasukan Ukraina kemampuan untuk mengganggu jalur pasokan dan infrastruktur Rusia di wilayah yang diduduki, termasuk Crimea.
Rudal ini mengikuti prinsip "fire and forget," yang berarti setelah diluncurkan, ia secara otonom menavigasi ke target menggunakan sistem GPS dan pencocokan medan.
Fitur ini memungkinkan operasi yang efisien tanpa membutuhkan kendali terus-menerus dari pesawat peluncur.
Keberhasilan rudal ini dalam berbagai pertempuran baru-baru ini menunjukkan relevansinya dalam perang modern, terutama dalam mengganggu infrastruktur dan operasi komando musuh.
Ketegangan semakin meningkat, dan keputusan tentang penggunaan rudal ini dapat membawa dampak besar bagi perkembangan konflik Rusia-Ukraina.(*)