Human Interest Story
Sosok Yamin Pakaya, Suka Rela jadi Penjaga Menara Keagungan Limboto Gorontalo meski Tak Diupah
Menara Keagungan Limboto menjadi ikon Kota Limboto di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosok-Yamin-Pakaya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Menara Keagungan Limboto menjadi ikon Kota Limboto di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Menara setinggi 65 meter ini memiliki kemiripan bentuk dengan Menara Eiffel di Kota Paris, Prancis.
Menara Keagungan Limboto dibangun sejak tahun 2003 saat kepemimpinan Bupati Kabupaten Gorontalo periode 2000-2005, Alm. Ahmad Hoesa Pakaya.
Karena itulah, nama lain dari Menara Keagungan Limboto ini disebut Pakaya Tower.
Menara Keagungan Limboto sampai kini masih jadi satu dari sekian tempat paling ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari. Terutama pada Sabtu malam.
Di balik keindahan Pakaya Tower, pernahkah Anda bertanya siapa sosok penjaga menara?
Penjaga Menara Keagungan Limboto adalah Yamin Pakaya (55). Warga Pentadio Resort, Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo ini menjaga menara secara suka rela.
Selama pernikahannya dengan Lian Majid (43), Yamin telah dikaruniai 10 anak.
Yamin mulai menjaga Menara Keagungan Limboto sejak pertama kali diresmikan.
"Saya di sini dari peresmian menara ini, saya dulu pernah mengelola Pentadio Resort, Menara Keagungan, dan Kebun Binatang juga," ungkapnya saat ditemui TribunGorontalo, Selasa (10/9/2024).
Yamin sejatinya sempat berhenti menjadi penjaga menara pada tahun 2013.
Kala itu ia merantau ke Ambon. Setelah pulang kampung pada 2022, Yamin kembali berjaga.
Yamin sekarang tinggal seorang diri menjaga Menara Keagungan Limboto.
"Begitu saya kembali di Gorut sama istri saya dan pada saat itu saya belum punya pekerjaan. Secara kebetulan teman saya yang menjaga sama-sama dulu tiba-tiba telepon. Katanya dia sedang sakit dan hanya saya yang bisa menggantikannya, akhirnya saya kembali," terangnya.
Selain itu, Yamin mengaku dirinya tak diupah tapi saat ini dirinya telah mengurus surat keterangan (SK) kontrak dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo.