Pembacokan Gorontalo
Motif Pembacokan di Longalo Gorontalo, Korban Jambak dan Memaki Ibu Mertua
"Terduga pelaku ini kesal karena korban melontarkan kata-kata kasar ke ibu kandung terduga pelaku," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (11/9/2
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-pria-pegang-pisau.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango - Seorang pria membacok iparnya sendiri di Desa Longalo, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, IPTU Ahmad Fahri mengatakan terduga pelaku kesal karena ibu kandungnya dimaki oleh korban.
"Terduga pelaku ini kesal karena korban melontarkan kata-kata kasar ke ibu kandung terduga pelaku," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (11/9/2024)
Fahri mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Senin 9 September 2024 sekitar pukul 20.00 Wita di Desa Longalo, Gorontalo.
Ada dua orang terduga pelaku, masing-masing Fikar Kadir alias Piki (28) dan Fernando Kadir alias Nando (20).
Keduanya warga Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Piki dan Nando diduga kesal karena ibu kandungya, Emi Abas, dimaki korban.
Sementara Korban adalah Yusuf Matuna. Yusuf merupakan anak mantu dari Emi Abas.
"Saat itu korban Yusuf bercekcok dengan Emi. Yusuf lalu melempari ibu kandung terduga pelaku atau Emi ini dengan ikan mentah," ungkapnya
"Menurut keterangan Emi, saat itu Yusuf atau korban ini dalam keadaan mabuk dan melempari ikan mentah yang habis dibeli dari lapak karena katanya merasa sering dibebani tanggungan keluarga," tambahnya
Tak terima dilempari ikan mentah, Emi lalu menampar Yusuf sebanyak satu kali. Lantas kedua orang tersebut tak bisa menahan emosi.
"Yusuf langsung membalas dengan menjambak rambut ibu mantunya sendiri, sambil berteriak keras dan memaki mengeluarkan kata kasar," terang IPTU Fahri
Setelah itu Yusuf langsung meninggalkan rumah dan menuju ke Desa Longalo,
Kejadian tersebut lalu terdengar hingga ke telinga anak kandung Emi yaitu Piki dan Nando. Kedua anak Emi itu lalu menuju Desa Longalo, Kecamatan Bulango Selatan.
"Piki mengajak adiknya Nando pergi ke Desa Longalo membeli rokok, dalam perjalanan mereka melihat Korban Yusuf," jelasnya.
Saat melihat Yusuf, Piki dan Nando mengonfirmasi perbuatannya kepada sang mertua. Pertemuan itu menyebabkan percecokan.