Berita Bone Bolango

Petani Sawah Bone Bolango Gorontalo "Kalabanya"! Satu Hektar Hanya Jadi 5 Koli

Penyebabnya, tanaman padi banyak diserang hama. Safira Bakari (56), seorang petani, mengungkapkan hal itu, Selasa (10/9/2024). 

Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Faisal Husuna, TribunGorontalo.com
Roni Rahim sedang menjemur hasil panen gilingan padi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango -- Petani sawah di Bone Bolango, Gorontalo, gagal panen.

Penyebabnya, tanaman padi banyak diserang hama.

Safira Bakari (56), seorang petani, mengungkapkan hal itu, Selasa (10/9/2024). 

Gara-gara gagal panen, banyak petani merugi.

Kata dia, rata-rata petani hanya mampu hasilkan 8-10 karung per hektar. 

Baca juga: Memimpin dengan Bijaksana Berdasarkan Ramalan Shio Rabu 11 Sep 2024

Baru kali ini, Safira mengalami hal serupa. 
Panen sebelumnya, hasilnya baik-baik saja. 

"Boleh dibilang kita gagal panen," kata Safira dengan wajah sedih. 

Ia menjelaskan, mestinya sehektar sawah menghasilkan hingga 20 karung beras.

"(Namun) ada yang cuman dapat delapan karung," kata dia. 

Masalahnya tidak hanya pada jumlah panen yang menurun.

Namun, juga pada harga beras yang anjlok.

"Hasil panennya yang merosot, harga beras pun menurun," katanya. 

Saat ini, harga beras di pasar di angkar Rp 13 ribu per kilogram (kg). 

Artinya, keuntungan yang didapat saat panen, berbanding terbalik dengan biaya produksi. 

"Jadi hasilnya mines!" tegas dia. 

Senada dengan Safira, Roni Rahim (52) mengungkapkan panen kali ini ia "kala banya". 

Bukan tanpa alasan, sehektar sawah yang ia panen, hanya menghasilkan lima karung beras. 

"Padinya banyak yang kosong. Tidak ada isi," ungkap Roni.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved