Gorontalo Terkini
Nasib Embung Dumati Gorontalo, Kini Terlantar Padahal Dulu Destinasi Wisata Primadona
Keindahan danau buatan yang diapit oleh pegunungan, serta fasilitas foto menarik, menghiasi lini masa media sosial dan menarik banyak wisatawan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Embung-Dumati-jadi-Destinasi-Wisata-yang-Terlupakan-Dulu-Primadona-Kini-Terlantar.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Wisata Embung Dumati, yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, kini tampak terlupakan dan sepi pengunjung.
Saat pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019, Embung Dumati sempat menjadi primadona warga lokal.
Keindahan danau buatan yang diapit oleh pegunungan, serta fasilitas foto menarik, menghiasi lini masa media sosial dan menarik banyak wisatawan.
Namun, Senin (9/9/2024), saat TribunGorontalo berkunjung ke lokasi tersebut, keadaan destinasi wisata ini terlihat jauh berbeda.
Embung Dumati yang dulunya ramai kini tampak terbengkalai, dipenuhi belukar, dan tak terawat.
Wisata ini, yang awalnya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Dumati, menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dengan biaya masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp 3 ribu per orang.
Berlokasi hanya 20 menit dari pusat Kota Gorontalo, tempat ini pernah menjadi salah satu destinasi favorit bagi warga yang ingin melepas penat tanpa harus bepergian jauh.
Ratna, seorang warga sekitar yang diwawancarai, mengungkapkan bahwa wisatawan mulai jarang datang sejak beberapa waktu lalu.
“Yang datang ke sini paling hanya waktu libur, itupun sedikit sekali. Sudah tidak seperti dulu, awal-awal wisata ini terkenal,” ujarnya.
Ratna juga menilai bahwa kemunculan banyak objek wisata baru di Gorontalo turut berkontribusi pada menurunnya popularitas Embung Dumati.
“Ya mungkin pengunjung sudah bosan, apalagi kalau kurang inovasi. Kita akan kalah dengan wisata lain yang lebih segar dan menarik,” tambahnya.
Salah satu daya tarik utama Embung Dumati dulu adalah spot foto yang Instagrammable, termasuk spot berbentuk love dengan latar belakang pemandangan Kota Limboto dari ketinggian.
Namun, kini spot foto tersebut tampak kotor dan tak terawat, menambah kesan muram pada tempat yang dulunya dipenuhi canda tawa para wisatawan.
Selain itu, para pedagang kecil yang dulu ramai menjajakan dagangannya di sekitar kawasan wisata ini, sekarang seolah menghilang.
UMKM yang sempat berkembang pesat di tempat ini kini mati suri, menyisakan pemandangan kosong dan hampa.