Teroris Ditangkap di Gorontalo
Kades Mongolato Ungkap 3 Fakta Terduga Teroris di Kabupaten Gorontalo
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan terduga teroris di Desa Mongelato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/densus-88_20180514_110008.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan terduga teroris di Desa Mongelato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo.
Kepala Desa Mongolato, Yasir Hasania membeberkan sejumlah fakta terduga pelaku teroris di wilayahnya.
Berikut TribunGorontalo.com merangkum deretan fakta sebelum penangkapan terduga teroris:
Tidak Ada Laporan Warga
"Dari awal yang bersangkutan tidak pernah datang melaporkan dirinya bahwa akan datang dan tinggal menetap di wilayah kami," ungkap Yasir saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (5/9/2024)
Yasir menuturkan selama ia tinggal, pemilik rumah itu tidak pernah melapor ke kantor desa soal kedatangan terduga teroris.
"Pemilik rumah dari tempat yang bersangkutan tinggal tidak punya inisiatif melaporkan keberadaan dari yang bisa dikatakan keluarganya bahwa ada keluarga dari luar Gorontalo datang di wilayah kami," jelasnya.
Sosok Misterius
Yasir mengaku tidak mengetahui aktivitas terduga pelaku teroris karena tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar.
Namun, informasi yang ia dapatkan dari pemilik rumah terduga teroris ini hanya berdiam diri di rumah. Apabila keluar rumah, tidak diketahui pasti tujuannya.
"Pemilik rumah juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki aktivitas yang signifikan, kecuali kalau di rumah ya tetap di rumah, selebihnya kalau keluar tidak diketahui persis aktifitasnya apa," terangnya.
YLK Bukan Warga Mongolato
Sebelum kedatangan terduga teroris ini terdapat dua orang yang tinggal di rumah, yaitu pasangan suami istri (pasutri).
"Sebelum datang yang bersangkutan hanya pemilik rumah bersama istrinya yang tinggal," ujarnya.
Yasir menegaskan pemilik rumah pun tidak terdata sebagai penduduk Desa Mongolato justru terdata di desa tetangga.
"Pemilik rumah tidak terdata sebagai penduduk di Desa Mongolato, hanya rumahnya itu sudah dibangun kira-kira sudah 5-6 tahun. Pemilik rumah ini sampai dengan sekarang terdata di penduduk desa tetangga," katanya.
Terakhir kades juga menambahkan bahwa saat ini kondisi sudah kondusif dan terkendali.
Begitu pun kondisi keluarga terduga pelaku yang pernah ia tinggali dalam keadaan aman.
Warga sekitar beraktivitas normal.
Diketahui sebelumnya YLK merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2016 atau sekitar 9 tahun yang lalu.
YLK sering kali mengubah identitasnya untuk mengelabui kepolisian.
Setelah ditelusuri, YLK ternyata pernah mengikuti pelatihan di Camp Hudaibiyah, Filipina pada 1998-2000.
Ia juga mengikuti Muqoyama Badar tahap 2 (Pelatihan Para Militer) di Jawa Timur yang merupakan program Jamaah lslamiyah.
Kemudian tahun 2012, YLK bergabung dengan kelompok Jamaah Ansor Tauhid (JAT) dan mengikuti program pengiriman personel ke Yaman sebagai bagian dari jihad global AQAP.
(TribunGorontalo.com/Jefry)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.