Penemuan Mayat

BREAKING NEWS: Warga Suwawa Gorontalo Geger, Ada Mayat Mengapung di Irigasi Sawah

Kapolres Bone Bolango, AKBP Muhammad Alli, menjelaskan kronologi penemuan mayat tersebut kepada TribunGorontalo.com.

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
Warga
Mayat ditemukan mengapung di Irigasi Suwawa, Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (22/8/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango -- Warga Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran irigasi sawah pada Kamis pagi (22/8/2024).

Identitas mayat tersebut terungkap sebagai Zavid Wartabone (52), seorang warga Desa Bubeya, Suwawa.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Muhammad Alli, menjelaskan kronologi penemuan mayat tersebut kepada TribunGorontalo.com.

Menurut keterangan Kapolres Alli, mayat pertama kali ditemukan oleh Dino Yonu, seorang warga yang sedang berjalan pagi di sekitar irigasi sawah yang berdekatan dengan Pasar Rabu Suwawa.

"Sekitar pukul 04.30 WITA, saksi melihat sesuatu yang tampak seperti mayat di saluran pengairan sawah," ungkapnya.

Merasa cemas, Dino segera melaporkan temuannya kepada keponakannya, Andika Idrus, yang saat itu sedang membuang sampah di dekat rumah.

Untuk memastikan kebenaran penglihatannya, Andika kemudian mengajak Ibrahim Datau untuk memeriksa lebih lanjut.

"Mereka memastikan bahwa itu memang mayat seorang pria, dan langsung memberi tahu warga sekitar," jelas Alli.

Setelah menerima laporan dari warga, tim kepolisian dari Polres Bone Bolango segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 07.45 WITA, Piket SPKT Polres Bone Bolango bersama Unit Inafis Sat Reskrim yang dipimpin oleh Kasat Reskrim, IPTU Ahmad Fahri, tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

"Mereka melakukan tindakan sesuai prosedur, seperti mengamankan status quo, mengevakuasi mayat dari saluran irigasi, melakukan dokumentasi, dan mengumpulkan keterangan dari para saksi," tutur Kapolres.

Mayat tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Suwawa untuk dilakukan visum et repertum luar guna memastikan penyebab kematian.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkap Alli.

Alli menduga bahwa korban mungkin terbawa arus atau jatuh ke dalam saluran irigasi sawah.

"Kemungkinan korban tidak bisa berenang, yang menyebabkan ia tenggelam dan meninggal dunia di saluran tersebut," terangnya.

Lebih lanjut, dugaan sementara menyebutkan bahwa mayat telah berada di saluran irigasi sejak Rabu malam, 21 Agustus 2024.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos merah, celana panjang jeans berwarna biru atau hitam, dan jam tangan merah hitam di tangan kiri. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved