Berita Provinsi Gorontalo
8 Tokoh Besar di Gorontalo, Ada Nani Wartabone Hingga BJ Habibie
Berikut ada 8 orang hebat di antaranya yakni Nani Wartabone, tokoh proklamator Gorontalo hingga Bachruddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sudut-orang-hebat-di-Gorontalo-888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gorontalo memiliki banyak orang hebat dalama sejarahnya
Berikut diantaranya ada 8 orang hebat yakni Nani Wartabone, tokoh proklamator Gorontalo hingga Bachruddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI.
8 tokoh besar di Gorontalo ini dapat dilihat di Sudut Orang Hebat yang terletak di bagian kiri dari kawasan Taman Budaya Limboto, Jalan Achmad A. Wahab, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Sudut orang hebat ini diresmikan Nelson Pomalingo, Bupati Kabupaten Gorontalo pada Kamis (2/5/2024) silam
Lokasi ini dibangun sebagai bentuk penghargaan atas prestasi, dedikasi dan pengabdian terhadap tokoh besar di Gorontalo.
Berikut 8 tokoh orang besar di Gorontalo :
1. Hj. Sarini Abdullah
Hj Sarini Abdullah lahir di Gorontalo 21 Januari 1964.
Wanita berusia 60 tahun ini merupakan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dan masuk kedalam keanggotaan Ikatan Persaudaraan Qori dan Qori'ah (IPQOH) Provinsi Gorontalo.
Dirinya pernah meraih juara 1 nasional Qori'ah tingkat anak-anak Sulawesi Utara pada1977.
Pada 1979 Sarini juga berhasil menyabet juara 1 Qori'ah tingkat remaja di Manado dan juara 1 Qori'ah tingkat dewasa.
Dia juga pernah berhasil juara 1 Qori'ah di Malaysia.
Atas dedikasinya di dunia Qori'ah, nama Sarini Abdullah pun dipakai sebagai nama jalan di Kota Gorontalo.
2. Djalaluddin Tantu
Tokoh Gorontalo kelahiran 27 Mei 1934 ini dikenal sebagai salah seorang perintis berdirinya Badan Keamanan Rakyat (BKR) udara yang menjadi cikal bakal TNI AU.
Pada masa revolusi kemerdekaan, Djalaluddin berhasil merebut lapangan terbang Gorontalo yang pada waktu itu masih dikuasai oleh Tentara Kekaisaran Jepang.
Namun, Djalaluddin gugur saat menerbangkan pesawat Hercules C-130B dalam misi penerjunan pasukan tentara payung di Kalimantan Utara.
Pesawat tersebut diperkirakan tercebur kelaut di sekitar perairan Selat Karimata pada 2 September 1964.
Djalaluddin adalah putra Gorontali yang menjadi penerbang TNI Angkatan Udara yang namanya diabadikan sebagai nama Bandara Gorontalo.
Nani Wartabone lahir pada 30 Januari 1907 dan meninggal di Suwawa, Goronfalo pada 3 Januari 1986 saat berusia 78 tahun.
Perjuangan karier Nani Wartabone dimulai ketika ia mendirikan dan menjadi sekretaris Jong Gorontalo di Surabaya pada tahun 1923.
Lalu pada 1928, Nani Wartabone juga pernah menjabat sebagai Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI).
Tak hanya itu, di 1942 Nani Wartabone bersama masyarakat setempat memproklamirkan kemerdekaan Gorontalo.
Lalu pada 1945, Nani Wartabone membentuk Dewan Nasional di Gorontalo sebagai perwakilan pemerintahan nasional Indonesia di Gorontalo, termasuk juga membentuk badan legislatif untuk mendampingi kepala pemerintahan.
Atas dedikasinya, Nani Wartabone mendaoat gelar pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003.
Nani Wartabone juga mendaoat gelar adat yakni Talu Duluwa Io Lipu.
4. Prof Dr Jusuf Syarif Badudu
Prof Dr Jusuf Syarif Badudu lahir di Gorontalo, 19 Maret 1926 ini dikenal sebagai bapak linguistik Indonesia.
Jusuf Syarif Badudu ini pernah sekolah di Sekolah Rakyat Ampana, Sulawesi Tengah pada tahun 1939.
Lalu pada tahun 1941, dia melanjutkan pendidikannya di Kursus Volksonderwijser/CVO di Luwuk, Sulawesi Tengah.
Lalu pada 1951, dirinya bersekolah di Normaal School di Tentena, Sulawesi Tengah sembari bekerja sebagai guru sekolah dasar di Ampana, Sulawesi Tengah.
Tahun 1955, Jusuf Syarif Badudu mengikuti B-1 Bahasa Indonesia di Bandung.
Di 8 tahun kemudian, dirinya melanjutkan pendidikannya di S1 Fakultas Sastra Universitas Padjajaran Bandung.
Lalu dirinya melanjutkan Postgraduate Linguistics di Leidse Rijksuniversiteit Leiden, Belanda di tahun 1971.
Ia juga penah belajar di Doktor Ilmu Sastra dengan pengkhususan linguistik Univesitas Indonesia pada 1975.
Karirnya menjadi guru sudah ditekuninya selama 13 tahun.
Dirinya pun pernah menjadi dosen dari tahun 1965-1991 di Universitas Padjajaran.
Gelar guru besar linguistiknya pun diraih pada tahun 1982 hingga sekarang di Universitas Padjajaran Bandung dan Universitas Pendidikan Nasional.
5. Hans Bague Jassin
Hans Bague Jassin (HB. Jassin) lahir di Gorontalo, 31 Juli 1917 dan wafat pada 11 Maret 2000.
Selama dirinya hidup, Jassin pernah mendirijan Pusat Dokumentasi sastra HB Jassin.
Selain itu, pernah menjadi penasihat di lembaga bahasa nasioanl.
Dirinya juga pernah menjadi Horison Dosen Luar Biasa di Universitas Indonesia.
Dirinya juga pernah menjadi redaktur dan redaksi di beberapa lembaga majalah di Indonesia sampai akhirnya dirinya menjadi pekerja sukarela di Kantor Assisten Residen Gorontalo.
HB jAssin pun pernah meraih beberapa penghargaan baik yang berasal dari Pemerintah Indonesia dan luar negeri.
Tahun 1969 Dirinya pernah mendapatkan satyalencana Kebudataan dari pemerintah RI. Lalu di tahun 1973, HB Jassin kembali menerima hadiah Martinus Nijhoff dari Prins Bernhard Fonds di Den Haag, Belanda.
Lalu pada 1975, Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa pada Jassin dan menerima hadiah seni dari Pemerintah RI ditahun 1983.
Tak hanya sampai di situ, di tahun 1897 HB Jassin mendapatkan hadiah Magsaysay dari Yayasan Magsaysay di Filiphina dan di tahun 1994, dianugerahi Bintang Mahaputera Nararya oleh Pemerintah RI.
6. Thayeb Mohammad Gobel
Thayeb Mohammad Gobel lahir di Tapa, Bone Bolango, Gorontalo pada 12 September 1930 dan wafat di umurnya yang ke-53 tahun pada tanggal 21 Juli 1984.
Dirinya dikenal sebagai pelopor industri elektronik Indonesia dengan mendirikan National Gobel pada Januari 1971.
Pada tahun 1977-1982, Thayeb Mohammad Gobel juga pernah menjadi anggota DPR-RI Fraksi PPP daerah pemilihan Sulawesi Utara.
Thayeb Mohammad Gobel pun mendapat tanda kehormatan "Satyalencana Pembangunan" dari pemerintah RI atas jasanya mengembangkan industri elektronik di Indonesia.
7. John Ario Katili
Prof Dr John Ario Katili lahir di Gorontalo, 9 Juni 1929 dan wafat di Jakarta, 19 Juni 2008.
Semasa hidup karirnya dimulai dari menjadi guru besar di Institut Pertanian Bandung (ITB) tahun 1961 dan menjadi Deputi Ketua LIPI tahun 1969-1974.
Karirnya pun ditutup ketuka Dirinya menjadi Duta Besar untuk Rusia, Kazakhstan, Turkmenistan dan Mongolia di tahun 1999-2003
John Ario Katili pun pernah mendapatkan penghargaan berupa Bintang Mahaputera Adipradana tahun 1997.
Dirinya juga pernah mendapatkan Ordre National du Merite dari pemerintah Prancis dan juga berbagai bintang kehormatan dari Swedia, Prancis, Belanda dan Rusia.
8. Bachruddin Jusuf Habibie.
Prof Dr BJ Habibie lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936.
Dirinya pernah mengemban pendidikan S2 dan S3 di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Jerman.
Sedangkan S1 nya diemban di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Mesin.
Atas kecintaannya pada dunia pesawat mengantarkan dirinya pernah menjadi Presiden RI Ke-3, Wakil Presiden ke-7, Menteri pertama riset dan teknologi, Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB.
Selain itu, B.J.Habibie juga pernah menjadu Kepala penelitian dan pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat terbang MBB dan kepala divisi metode dan teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB.
Atas kerja keras dan usahanya, BJ habibie pun mendapatkan penghargaan Edward Warner Award dan Award Non Karman
Selain itu, dirinya juga mendapatkan penghargaan Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana dari Institut Teknologi Bandung.(*)
| Meriahkan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, PORDI Gelar Turnamen Domino Berhadiah Puluhan Juta |
|
|---|
| Peta Fasilitas Kesehatan Gorontalo, Daerah Mana Paling Banyak RS dan Puskesmas? |
|
|---|
| Azka Mohammad Balita Gorontalo Hidup Tanpa Anus, Berjuang Melawan Nyeri Setiap Hari |
|
|---|
| Psikolog Ungkap Alasan Pembangunan Rumah Sakit Jiwa di Gorontalo Sangat Dibutuhkan Masyarakat |
|
|---|
| 6 Anggota DPRD Gorontalo Sering Bolos Rapat karena Urusan Pribadi hingga Bisnis di Luar Negeri |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.