Jumat, 6 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Samir Jadi Tukang Sol Sepatu di Gorontalo Sejak 32 Tahun Lalu

Cerita Samir (63), seorang tukang sol sepatu keliling di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Tayang:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Samir Jadi Tukang Sol Sepatu di Gorontalo Sejak 32 Tahun Lalu
TRIBUNGORONTALO/PRAILAKARAUWAN
Samir (63) tukang sol sepatu keliling di Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Samir (63), seorang tukang sol sepatu keliling di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Samir merupakan warga asli Jawa Timur, Kota Ngawi. Dia pindah ke daerah Sulawesi sejak berusia remaja.

"Dari remaja saya sudah tinggalkan rumah," ujarnya kepada TribunGorontalo.com. Selasa (6/8/2024).

Sebelum menjadi tukang sol sepatu keliling, Samir pernah menjadi karyawan di salah satu pabrik minyak goreng di Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Dirinya menjadi karyawan di pabrik tersebut selama enam tahun sebelum dirinya memutuskan untuk keluar.

"Enam tahun saya di sana," lanjutnya.

Kata Samir, dirinya terpaksa keluar dari pekerjaannya sebagai buruh di pabrik tersebut dikarenakan adanya pengurangan karyawan.

Pabrik tersebut kata Samir harus mengurangi jumlah karyawannya sebab sudah tidak bisa beroperasi lagi.

"Kata kasarnya saya di PHK, pas-pasan juga itu tempat juga sudah mau bangkrut," jelasnya.

Namun, kata Samir selama dirinya menjadi buruh di pabrik tersebut, setiap dirinya mendapatkan jatah libur selalu dipergunakan untuk menemani seorang kakek yang buka usaha jahit sepatu.

Kata Samir, setiap hari minggu dirinya selalu menemani kakek tersebut

"Kasihan, dia cuma sendiri jadi saya menawarkan diri setiap kali saya libur saya bakal temenin dia," lanjutnya.

Dua tahun Samir menemani serta belajar cara menjahit sepatu dari kakek tersebut hingga Samir lancar menjahit sepatu milik pelanggan saat itu.

Ketika dia di keluarkan dari pabrik tempatnya bekerja, Samir langsung ke Gorontalo dan segera membuka usaha sol sepatu keliling miliknya.

Semua alat dan bahan yang digunakan oleh Samir di beli pakai uang tabungannya selama bekerja di pabrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved