Human Interest Story
Cerita Ali Pateda, Petani Desa Hulawa Gorontalo Kesulitan Jemur Cengkih karena Cuaca Tak Menentu
Ali Pateda, warga Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, mengaku kesulitan menjemur cengkih.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ali-Pateda.jpg)
Pria kerap disapa Uca ini mengatakan tanaman cengkih miliknya tengah produktif.
Surajno mengaku memiliki 120 pohon cengkih di Desa Dulamayo, Kecamatan Telaga.
Saat ini empat pekerjanya sementara memetik cengkih.
Komoditas ini dibawa langsung ke tempat penjemuran cengkih.
"Bayangkan saja dari 120 pohon itu menghasilkan 10 kilometer setiap pohonnya," bebernya.
Uca biasanya menyuplai cengkihnya ke Manado, Sulawesi Utara.
Namun kondisi harga cengkeh di Manado juga tak jauh berbeda dengan Gorontalo.
"Cuma beda-beda tipis saja, tukasnya.
Saat ini terdapat sekitar 400 kilogram cengkih kering siap jual di gudang penyimpanan milik Surajno.
Ia memilih belum menjual cengkihnya karena menunggu harga kembali naik.
"Padahal tahun lalu harganya masih sangat bagus, cuma ini ancur-ancuran," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya