Gorontalo Memilih
KPU Kabupaten Gorontalo Gunakan Media Sosial untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024
Keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi sangat penting jelang kontestasi pemilihan kepada daerah (Pilkada) 2024.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jajaran-KPU-Kabupaten-Gorontalo-mengikuti-rapat-koordinasi-pengelolaan-media-sosial.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Media sosial menjadi indikator penting dalam meningkatkan angka partisipasi pemilih.
Keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi sangat penting jelang kontestasi pemilihan kepada daerah (Pilkada) 2024.
Pesatnya perkembangan teknologi menjadi peluang bagi KPU Kabupaten Gorontalo, dalam mensosialisasikan seluruh tahapan Pilkada 2024.
"Ini menjadi sangat penting, apalagi era digital membuat siapapun dan di mana saja bisa mengakses setiap informasi," ujar Komisioner KPU Kabupaten Gorontalo, Sowan S Dehi saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Minggu (3/8/2024).
Pengelolaan sosial media harus dimanfaatkan dengan pengelolaan yang baik dan diisi dengan konten-konten menarik.
"Karena tujuan utamanya adalah sukses Pilkada, dengan angka partisipasi yang tinggi," tandasnya.
Sebelumnya (2/8/2024), Sowan bersama Kasubag Teknis Haris Pomanto dan Operator Siparmas Djamal Sangid serta anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang membidangi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas dan SDM), mengikuti Rapat Kerja (Raker) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis pengelolaan media sosial bertempat di Grand Q Hotel Kota Gorontalo
Raker dibuka secara resmi oleh Plt Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Risan Pakaya dan tiga komisoner lainnya.
Dalam sambutannya, Risan Pakaya menyebut pentingnya penggunaan media sosial sebagai alat untuk mensosialisasikan tahapan Pilkada kepada masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa strategi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menentukan pilihan mereka pada Pilkada 2024.
"Penyelenggara harus memanfaatkan media sosial secara efektif untuk menarik perhatian masyarakat terhadap tahapan Pilkada," kata Risan.
Risan menambahkan, sosialisasi menjadi lebih menarik, penyampaian informasi harus disajikan dengan cara yang kreatif.
"Dengan penyajian yang menarik, masyarakat akan lebih tertarik dengan informasi yang kita sampaikan, dan ini tentunya akan berdampak pada peningkatan partisipasi pemilih," tutupnya.
Risan menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang tahapan Pilkada 2024 melalui media sosial. (Adv)