Human Interest Story
Cerita Heru Ahmad Bisnis Kursi Rotan di Gorontalo: Dulu Omzet Ratusan Juta Rupiah, Kini Sepi Peminat
Heru Ahmad (65), berbagi cerita tentang usaha kursi rotan. Heru merintis usahanya sejak tahun 1987
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Heru-Ahmad-37-tahun-berbisnis-kursi-rotan-di-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Heru Ahmad (65), berbagi cerita tentang usaha kursi rotan.
Heru merintis usahanya sejak tahun 1987.
Kala itu, Heru bukan salah satunya penjual kursi rotan. Sedikitnya delapan temannya juga sama-sama pengrajin kursi rotan.
Heru mengaku tiga kali pindah tempat. sebab ia masih mengontrak gedung. Ia pun bermimpi bisa berjualan di toko sendiri.
"Mulai dari tahun 1987, awalnya masih kontrak sana kontrak sini. Tapi alhamdulillah makin lama makin ada tabungan," ujarnya.
Kesabaran dan kerja keras Heru membuat pendapatannya meningkat.
"Terus ada peningkatan, akhirnya tahun 1993 saya mulai bisa beli toko. Waktu itu saya beli Rp 4 Juta kalau tidak salah. Saya tidak kontrak lagi," ucapnya.
Sejak jualan di toko sendiri, keuntungannya terus ditabung. Pada tahun 2003 dan 2011 dia juga kembali membeli toko.
Kata dia, pada tahun-tahun itu, kursi rotan masih banyak dibelim Pelanggan Heru sampai ke luar daerah. Mulai Sulawesi Tengah, Luwuk, Pagimana, hingga Manado.
Heru mengenang pada ramadan 2016, di mana ia kebanjiran pemesanan. 100 paket kursi rotan diborong habis.
"Apalagi kalau bulan puasa, bisa sampai 100 paket yang habis, pendapatannya bisa capai Rp 100 juta lebih. Itu di tahun 2016," kata Heru.
Baca juga: Cerita Jufrin Talani, Akhiri Karier 17 Tahun sebagai Honorer demi Beternak Puyuh di Gorontalo
Namun akhir-akhir ini, pembeli kursi rotan mulai sepi. Satu bulan kadang hanya bisa laku 1 paket kursi rotan.
"Kalau sekarang bulanan baru laku per paket. Adakalanya juga tidak ada yang terjual sama sekali," ungkapnya.
Karena itu, toko Heru sekarang tidak hanya menjual kursi rotan saja.
"Jadi sekarang tiga-tiganya terisi kursi, baik rotan maupun sofa. Dua di antaranya saya sudah kasih ke anak-anak," ujarnya.