Sabtu, 7 Maret 2026

Gorontalo Terkini

Kelapa Gorontalo jadi Komoditas Andalan, Rata-rata 65 Ribu Ton Per Tahun Produksinya

Pada tahun 2020, produksi kelapa bahkan mencapai 65.517 ton, menempatkannya di atas komoditas lain seperti tebu, cengkeh, kakao, dan kopi.

Tayang:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kelapa Gorontalo jadi Komoditas Andalan, Rata-rata 65 Ribu Ton Per Tahun Produksinya
FOTO: Wawan Akuba
Kelapa Gorontalo jadi komoditas unggulan di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kelapa telah menjadi komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Gorontalo, dengan produksi yang mencapai puluhan ribu ton setiap tahunnya.

Pada tahun 2020, produksi kelapa bahkan mencapai 65.517 ton, menempatkannya di atas komoditas lain seperti tebu, cengkeh, kakao, dan kopi.

Hafri Syam Masyhur, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, menyebutkan bahwa kelapa menjadi unggulan karena simbol provinsi ini adalah kelapa.

Baca juga: Pemuda Ini Ditampar Ayahnya Usai Lolos Taruna Akademi Kepolisian 2024, Ternyata Gara-gara Ini

"Karena logo Provinsi Gorontalo kelapa, jadi komoditas perkebunan yang unggul adalah kelapa," ujarnya pada Selasa (30/7/2024).

Namun, produksi kelapa di Gorontalo mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun produksi mencapai 65.517 ton di tahun 2020, angka ini menurun menjadi 65.394 ton pada tahun 2021.

Baca juga: Identitas Pelaku Pencabulan Anak Pengungsi Banjir di Tilango Gorontalo, Modus Pura-pura Tidur

Penurunan ini berlanjut pada tahun 2022 dengan produksi sebesar 65.085 ton dan mencapai 64.994 ton pada tahun 2023.

Menurut Hafri, fluktuasi ini disebabkan oleh perubahan iklim yang terjadi di Gorontalo.

"Yah tergantung iklim, kalau musim hujan terus, pasti akan turun, begitu pun musim cerah terus pasti turun," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa bukan hanya kelapa yang produksinya tergantung pada iklim, tetapi komoditas lain juga terpengaruh.

Baca juga: Dua Cara KPU Kabupaten Gorontalo Sosialisasi Tahapan Pilkada 2024

Di sisi lain, luas tanam kelapa di Provinsi Gorontalo menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2020, luas tanam tercatat sebesar 69.366 hektar, meningkat menjadi 69.739 hektar di tahun 2021.

Kenaikan ini terus berlanjut pada tahun 2022 dan 2023, dengan luas tanam masing-masing sebesar 70.029 hektar dan 70.129 hektar.

Hafri menekankan pentingnya pemeliharaan tanaman kelapa.

"Tiap tahun kita lakukan pemeliharaan kepada tanaman ini, sebab kan sekali tanam untuk selamanya, jadi kita ketatkan pemeliharaannya," tandasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved