Tribun Podcast
Cerita Komunitas Stand Up Indo Gorontalo, Berawal dari Inisiatif Pemuda di Indekos
Vadly Mahmud, founder Stand Up Indo Gorontalo, mengatakan pembentukan komunitas berawal dari inisiatifnya.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Vadly-Mahmud.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Stand Up Indo Gorontalo merupakan komunitas khusus para komika di Gorontalo.
Stand Up Indo Gorontalo terbentuk sejak 3 Desember 2015 di sebuah indekos, Kota Gorontalo.
Vadly Mahmud, founder Stand Up Indo Gorontalo, mengatakan pembentukan komunitas berawal dari inisiatifnya.
Ia ingin membentuk komunitas stand up.
Vadly kemudian membuat sosial media Stand Up Indo Gorontalo, namun belum memiliki anggota.
Menurutnya, anggota baru mulai bermunculan. Mulai dari warga Kota Gorontalo dan sekitarnya.
Layaknya sebuah komunitas, Stand Up Indo Gorontalo sempat mengalami pasang surut bahkan vakum beberapa saat.
Penyebabnya, banyak anggota berasal dari luar daerah itu telah pulang ke kampung halaman.
Saat ini, anggota Stand Up Indo Gorontalo mencapai 20 anggota terdiri dari berbagai latar belakang.
Menurut Vadly dampak penampilan yang mereka bawakan sudah mulai dipertimbangkan oleh masyarakat Gorontalo.
"Dampak open mic itu cukup besar. Karena torang (kami) membiasakan masyarakat untuk bakonsumsi (menyerap) stand up comedy begitu," kata Vadly dalam Podcast Tribun Tanya-Tanya, Kamis (25/7/2024).
Saat ini penampilan para komika Gorontalo dapat dinikmati oleh pengunjung di warung kopi lokal.
Komunitas Stand Up Indo Gorontalo lebih sering manggung di kafe Kopi Id di Jl Jendral Sudirman, Kota Gorontalo.
Mereka tampil satu kali dalam seminggu yakni Sabtu malam mulai pukul 20.00 Wita.
Tidak jarang jasa para komika ini digunakan oleh para instansi swasta maupun pemerintah sebagai hiburan dalam acara.
Ketua Stand Up Indo Gorontalo, Aldi Hulalata mengatakan pihaknya terbuka dalam pendaftaran sebagai anggota.
Dalam tahapan pendaftaran hanya dibutuhkan komitmen dan kemauan untuk belajar.
Persyaratannya berupa menghadiri show alias open mic, menulis materi, hingga tampil di atas panggung.
Tentu hal ini merupakan bentuk latihan diri sebagai calon komika baru dan penerus stand up comedy di Gorontalo.
"Kita tidak akan biarkan menulis (materi) sendiri. Kita pasti temani dan ajarkan. Kita ukur lebih dahulu pengetahuan stand-upnya," jelas Aldi.
Komunitas ini bercita-cita untuk semakin berkembang pesat mengimbangi komunitas stand up lain dari pelbagai daerah.
Cita-cita itu semakin terwujud melalui adanya keinginan para anggota untuk mengundang komika ternama dari kancah nasional.
Rencana kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Desember 2024. Saat itu juga termasuk selebrasi legalitas nama Stand Up Indo Gorontalo.
Selain itu mereka berkeinginan untuk menyebarluaskan stand up comedy di Provinsi Gorontalo.
"Berkemungkinan (membentuk cabang) di Paguat. Karena ada juga salah satu anggota di sana. Kemungkinan dia bisa buka di sana," tandasnya.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.