Human Interest Story
Cerita Anis Ismail, Pedagang di Pasar Modern Limboto Gorontalo Tetap Jualan meski Kaki Bengkak
Anis Ismail (52) pedagang kacamata dan jam tangan di Pasar Modern Limboto (pasmolim) Kabupaten Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Anis-Ismail.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Anis Ismail (52) pedagang kacamata dan jam tangan di Pasar Modern Limboto (pasmolim) Kabupaten Gorontalo.
Ia sudah cukup lama berdagang di kawasan Pasmolim.
"Dulu namanya masih Shoping Limboto. Saya bekerja sejak 1982," ungkapnya.
Pada tahun 2023, Anis mengaku kaki kanannya pernah dilindas tronton besar.
"Saat itu dari saya dari arah kota Gorontalo mau ke sini, baru habis beli stok untuk saya jual," bebernya.
Kala itu sepeda motor disenggol truk tronton yang melaju dari arah Limboto menuju Kota Gorontalo.
"Saya juga posisinya cukup laju," tukas Anis.
Akibatnya, sepeda motor Anis terhempas ke tepi jalan dan posisi kakinya di aspal sehingga terlindas truk.
Insiden itu membuat Anis dilarikan ke rumah sakit oleh masyarakat setempat.
"Beruntung saya BPJS jadi tidak keluar uang," terangnya.
Hanya berselang dua minggu dirawat, Anis memaksakan diri untuk kembali berjualan.
Baca juga: Cerita Alifia Septiana Harin Selvani, Polwan Muda Sosok Mantan Kapolsek di Kota Gorontalo
Pria asal Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, itu mengaku tak ada pemasukan lain.
"Mau makan apa kalau tidak jualan," timpalnya.
Saat ini kondisi kakinya masih luka dan bengkak.
"Syukur saya tidak kena penyakit gula, jadi luka yang sekarang kurang pemulihan saja," tandasnya.
Kendati kaki kanannya itu masih bermasalah, ia mengaku tak kesulitan saat mengendarai motor.
"Kalau cuma untuk rem kaki, kayaknya masih bisa," tutupnya.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya