Tambang Suwawa Gorontalo

Anggota LSM Ini Minta Tambang Suwawa Gorontalo Ditutup Pasca Longsor

Menurut Deno, penghentian sementara hanya akan membuka peluang bagi pertambangan untuk kembali beroperasi, sementara Provinsi Gorontalo masih sering d

|
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Arianto Panambang/TribunGorontalo.com
Perwakilan LSM, Deno Djarai saat menyampaikan keluhan kerusakan lingkungan pada diskusi aktual mitigasi bencana, Rabu (17/7/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Deno Djarai, meminta pemerintah untuk menghentikan aktivitas pertambangan di Motomboto Suwawa secara permanen.

Menurut Deno, penghentian sementara hanya akan membuka peluang bagi pertambangan untuk kembali beroperasi, sementara Provinsi Gorontalo masih sering dilanda bencana alam seperti longsor dan banjir.

"Saya minta segala aktivitas pertambangan di Motomboto Suwawa dihentikan, karena kita masih dalam bencana kemarin," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (19/7/2024).

Baca juga: Pemerintah Kembali Naikkan Harga Minyak Goreng, HET Minyakita Jadi Rp 15.700 per Liter

Deno berpendapat bahwa aktivitas pertambangan yang terus berlanjut akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan kehutanan yang signifikan.

Ia juga menegaskan bahwa pertambangan di Bone Bolango ilegal dan tata ruangnya tidak jelas, sehingga perlu dihentikan.

"Karena tiap tahun ada bencana, tambang di Bone Bolango itu ilegal. Sampai dengan hari ini tata ruangnya tidak jelas, namanya pertambangan ilegal itu dilarang," jelasnya.

Deno juga mengapresiasi langkah pemerintah yang berupaya menghentikan aktivitas pertambangan dengan turun langsung ke kawasan Motomboto.

Ia menyebutkan bahwa Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad, sedang mengupayakan pengembalian kerusakan lingkungan dan telah membahasnya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad juga sedang mengupayakan pengembalian kerusakan lingkungan. Itu dibahas bersama BNPB, saya juga hadir, saya menyampaikan persoalan kerusakan lingkungan di depan BNPB RI," ucapnya.

Fadel Muhammad juga meminta BNPB untuk menangani permasalahan bencana di Gorontalo, termasuk longsor dan banjir.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup DLHPP Bone Bolango, Hairil, membenarkan bahwa aktivitas pertambangan yang tidak teratur dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

"Proses asal menggali itu kan, bisa mempengaruhi struktur gunung sehingga terjadi longsor, akibatnya lingkungan bisa rusak," tuturnya kepada TribunGorontalo beberapa hari lalu.

Hairil menambahkan bahwa satu-satunya cara untuk mengembalikan lingkungan yang rusak adalah dengan melegalkan kawasan pertambangan di Motomboto.

"Solusinya cuma itu, legalkan itu tempat," katanya.

Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan bahwa Pemerintah Kecamatan Suwawa Timur bersama aparat kepolisian dan TNI naik ke area pertambangan pada Kamis, 18 Juli 2024.

Pemerintah menurunkan para penambang dan mensterilkan kawasan pertambangan. Terdapat sembilan titik bor di lokasi tambang Motomboto, baik tambang emas maupun tambang batu hitam.

"Iya benar, kami menurunkan mereka sesuai dengan hasil rapat Forkopimda Bone Bolango," ucap Camat Suwawa Timur, Abdul Karim Tangahu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved