Banjir di Kabupaten Gorontalo
Korban Banjir di Kabupaten Gorontalo Terpapar Tiga Jenis Penyakit
Akibat banjir yang belum kunjung surut di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorongtalo, sejumlah masyarakat mengeluhkan sejumlah penyakit.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/osko-kesehatan-korban-banjir-di-Kabupaten-Gorontalo-ffff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Akibat banjir yang belum kunjung surut di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorongtalo, sejumlah masyarakat mengeluhkan sejumlah penyakit.
Jenis-jenis penyakit itu, tidak lain akibat dari genangan air luapan Danau Limboto.
"Paling banyak dermatitis, ispa dan diare," ungkap Sukri Bagus, Kepala Puskesmas Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Minggu (14/7/2024).
Dermatitis adalah penyakit peradangan kulit yang umumnya ditandai dengan gatal-gatal, kering dan kemerahan.
Sementara itu, ISPA adalah penyakit yang menyerang hidung, tenggorokan dan saluran udara.
"Kalau diare ya soal pencernaan," timpalnya.
Lebih khusus ke dermatitis, Sukri menyebut sebagian besar masyarakat banyak yang mengeluhkan gatal-gatal akibat kutu air.
Pihaknya sebelumnya sudah melakukan antisipasi, dengan menyediakan stok obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat.
Posko kesehatan korban banjir saat ini terbagi dalam tiga lokasi.
"Ada yang di Kelurahan Bulota, Desa Buhu dan satunya disini, di Hutadaa," pungkasnya.
Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Gorontalo, menyebabkan 24 ribu jiwa terkena dampak banjir.
Bencana tersebut tak hanya berasal dari banjir sungai. Sebagian besar terdampak akibat luapan Danau Limboto.
Ratusan rumah yang berada di pesisir danau terdendam banjir, bahkan ketinggian nyaris mencapai atap rumah.
"Saat ini update data terakhir jumlah korban sudah 24 ribu jiwa," beber Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome di posko pengungsian, Minggu (14/7/2024).
Dari jumlah tersebut lanjut Haris, hampir 11 ribu di antaranya mengungsi di sejumlah posko pengungsian.
Ia menyebut, saat ini upaya pemerintah daerah diantaranya mendirikan posko-posko kesehatan.
"Semua puskesmas di Kabupaten, semuanya dilibatkan," terang Haris.
Upaya lainnya, pemerintah mendistribusikan makanan siap saji di sejumlah posko pengungsian.
"Kita memastikan seluruh warga terlayani dengan makanan, kesehatan dan tempat tinggal," imbuhnya.
Eks Kadis Perkim Kabupaten Gorontalo ini juga mengungkapkan, dirinya bersama Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, telah melakukan survei ketinggian air di Danau Limboto.
"Kemarin itu tingginya masih 20-30 sentimeter," jelasnya.
Haris mengungkapkan fakta mengejutkan. Ia menyebut air danau paling cepat surutnya dalam waktu satu bulan, dan paling lama tiga bulan.
Genangan luapan air danau tidak sama dengan genangan banjir dari aliran sungai.
"Karena ini danau, menampung hampir 23 anak sungai, belum lagi kalau di kota Gorontalo kering, airnya lari ke sini," tutupnya. (*/Jian)
| Kelurahan Kayubulan Gorontalo Terendam Banjir, Warga Diserang Kutu Air hingga Kehabisan Stok Pangan |
|
|---|
| Pemda Kabupaten Gorontalo Minta Proyek Kanal Danau Limboto Segera Diselesaikan untuk Atasi Banjir |
|
|---|
| Baru Sambangi Rumah Korban Banjir di Kabupaten Gorontalo, Bupati Nelson Pomalingo Minta Maaf |
|
|---|
| Puluhan Jiwa di Dua Dusun Kabupaten Gorontalo Terdampak Banjir, Ini Imbauan BPBD |
|
|---|
| Organisasi Masyarakat dan TNI Gorontalo Aksi Bersih-bersih di Sekolahan Terdampak Banjir |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.