Kamis, 5 Maret 2026

Banjir di Kabupaten Gorontalo

Korban Banjir di Kabupaten Gorontalo Terpapar Tiga Jenis Penyakit

Akibat banjir yang belum kunjung surut di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorongtalo, sejumlah masyarakat mengeluhkan sejumlah penyakit.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Korban Banjir di Kabupaten Gorontalo Terpapar Tiga Jenis Penyakit
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
Sejumlah masyarakat melakukan pemeriksaan di posko kesehatan korban banjir di Kabupaten Gorontalo, Minggu (14/7/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Akibat banjir yang belum kunjung surut di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorongtalo, sejumlah masyarakat mengeluhkan sejumlah penyakit.

Jenis-jenis penyakit itu, tidak lain akibat dari genangan air luapan Danau Limboto.

"Paling banyak dermatitis, ispa dan diare," ungkap Sukri Bagus, Kepala Puskesmas Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Minggu (14/7/2024).

Dermatitis adalah penyakit peradangan kulit yang umumnya ditandai dengan gatal-gatal, kering dan kemerahan.

Sementara itu, ISPA adalah penyakit yang menyerang hidung, tenggorokan dan saluran udara.

"Kalau diare ya soal pencernaan," timpalnya.

Lebih khusus ke dermatitis, Sukri menyebut sebagian besar masyarakat banyak yang mengeluhkan gatal-gatal akibat kutu air.

Pihaknya sebelumnya sudah melakukan antisipasi, dengan menyediakan stok obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat.

Posko kesehatan korban banjir saat ini terbagi dalam tiga lokasi. 

"Ada yang di Kelurahan Bulota, Desa Buhu dan satunya disini, di Hutadaa," pungkasnya. 

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Gorontalo, menyebabkan 24 ribu jiwa terkena dampak banjir. 

Bencana tersebut tak hanya berasal dari banjir sungai. Sebagian besar terdampak akibat luapan Danau Limboto. 

Ratusan rumah yang berada di pesisir danau terdendam banjir, bahkan ketinggian nyaris mencapai atap rumah. 

"Saat ini update data terakhir jumlah korban sudah 24 ribu jiwa," beber Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome di posko pengungsian, Minggu (14/7/2024).

Dari jumlah tersebut lanjut Haris, hampir 11 ribu di antaranya mengungsi di sejumlah posko pengungsian. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved