Banjir Danau Limboto
Kisah Perjuangan Beni Hiola Selamat dari Banjir Kabupaten Gorontalo, Berjalan Pakai Lutut
Pasangan suami istri (Pasutri) lansia, menceritakan detik-detik terjadinya bencana banjir di Kabupaten Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Beni-Hiola-dan-sang-istri-selamat-dari-bencana-banjir-di-Kabupaten-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pasangan suami istri (Pasutri) lansia, menceritakan detik-detik terjadinya bencana banjir di Kabupaten Gorontalo.
Banjir akibat luapan Danau Limboto itu membuat ratusan rumah di kawasan danau tergenang.
Salah satunya adalah rumah Beni Hiola (64) dan istrinya Sa'a Hionga (75).
Keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri).
Mereka tinggal di kawasan Danau Limboto, Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Kepada TribunGorontalo.com, Beni menceritakan caranya menyelamatkan diri.
Beni merupakan lansia yang kini lumpuh kedua kakinya.
"Dari umur dua tahun saya sudah begini," ujar Beni.
Saat terjadi banjir, keduanya sedang tertidur lelap.
Namun saat dini hari pada Selasa (9/7/2024), keduanya dikagetkan dengan teriakan warga.
"Air sudah naik, katanya banjir," timpalnya.
Dalam kondisi berjalan menggunakan lutut, ia berusaha membangunkan istrinya.
Istrinya yang saat itu juga sudah bangun, berusaha meminta pertolongan warga.
Namun para warga juga sibuk menyelamatkan dirinya masing-masing.
Saat itu keduanya hanya bisa pasrah, pasalnya air mulai masuk ke dalam rumah.