Longsor Tambang Emas Suwawa
Suami Kenang Sosok Rina Mohammad, sang Pedagang Meninggal di Lokasi Tambang Emas Suwawa Gorontalo
Nonu Rahman Badolo, suami dari Rina Mohammad, salah satu korban mengatakan Rina semasa hidupnya seorang istri yang pekerja keras.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rumah-Rani-Mohammad.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suami dari pedagang di lokasi tambang emas Suwawa Kabupaten Bone Bolango mengenang sosok istrinya.
Nonu Rahman Badolo, suami dari Rina Mohammad, mengatakan Rina semasa hidupnya merupakan istri pekerja keras.
Warga asal Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, ini sengaja membuka kedai makanan di Desa Tulabolo Barat, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.
"Ada jual makanan kayak nasi kuning, nasi putih, mie, cuma di pertigaan tibor ke-17," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (9/7/2024).
Kedai itu sudah berdiri sejak tahun 2011 silam.
Kata Nonu, istrinya bukanlah penambang tapi pedagang.
"Awalnya kami hanya menjenguk saja ke rumah anak di Tulabolo Barat," lanjutnya.
Nonu mengatakan dirinya beserta keluarga masih sempat melarikan diri pada saat longsor pertama.
Khawatir akan ada longsor berikutnya, sehingga mereka sekeluarga lari terlebih dahulu meinggalkan kedai.
Rina disebut masih sempat ikut turun dan menaiki ojek hingga ke rumah anaknya.
"Masih sehat bugar dia ini," lanjutnya.
Rina meninggal saat berada di rumah anaknya.
"Kita semua itu sudah makan, lalu almarhumah ini ke kamar dan mungkin hendak mencium cucunya tapi langsung tergeletak," jelasnya dengan mata berkaca-kaca.
Nonu menegaskan istrinya bukanlah korban longsor di Tambang Emas Suwawa Selatan.
"Dia bukan korban longsor tapi meninggal saat kejadian itu," ucapnya.