Viral Nasional
Curhat Wisatawan Makan Nasi Pecel Seharga Rp 70 Ribu Viral di Media Sosial
Wisatawan dari luar kota ini membagikan pengalamannya makan nasi pecel seharga Rp 70 ribu di tengah acara Grebeg Suro 2024, melalui akun Facebook @sak
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Warung-di-kawasan-alun-alun-Ponorogo.jpg)
Menurutnya, warga asli Ponorogo pasti sudah tahu kelakuan penjual makanan di wilayah ini.
Aksi mereka tak hanya karena ada event saja, melainkan di waktu-waktu tanpa event.
"Harganya mahal sekali, di warung juga tidak ada daftar harga. Teman saya ingin beli nasi ayam geprek yang porsinya tidak umum dengan yang lain dibanderol Rp 35-40 ribu per porsi," katanya.
Disperindak Tindak Tegas
Setelah keluhan seorang wisatawan mengenai harga nasi pecel Rp 70 ribu di Alun-alun Ponorogo viral di media sosial, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperdagkum) Ponorogo segera turun tangan.
Kini, warung tersebut telah memasang label harga makanan yang dijual.
Label harga tersebut memuat daftar menu beserta harganya, sehingga pembeli bisa mengetahui berapa harga makanan yang mereka pesan.
Daftar harga yang terlihat di warung tersebut antara lain Nasi Pecel Pincuk Rp 8 ribu, Nasi Campur Rp 20 ribu, Nasi Soto Ayam Rp 8 ribu, Nasi Soto Daging Rp 10 ribu, Nasi Lele Goreng Rp 25 ribu, Nasi Nila Goreng Rp 25 ribu, Nasi Ayam Goreng Rp 25 ribu, dan Nasi Rawon Rp 10 ribu.
"Sudah, sudah terpasang. Setelah kami (Disperdagkum) memberi peringatan berjenjang lisan, tertulis bahkan sampai pada pelarangan jualan," kata Kepala Disperdagkum, Ringga Dwi Heri Irawan, Selasa (2/7/2024).
Ringga menekankan bahwa pedagang wajib memasang tarif harga di tempat usahanya, tidak hanya bagi warung yang viral, tetapi juga bagi semua pedagang lain di area tersebut.
"Tadi malam saya cek sendiri sudah terpasang. Jika tidak terpasang bisa tanya," pungkas mantan Camat Badegan ini ketika dihubungi Tribunjatim.com.
Kisah tentang warung yang memasang label harga setelah viral ini menjadi sorotan banyak pihak.
Label harga ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan, serta memberikan kejelasan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang ingin menikmati kuliner di Alun-alun Ponorogo.(*)