Rabu, 4 Maret 2026

Viral Nasional

Curhat Wisatawan Makan Nasi Pecel Seharga Rp 70 Ribu Viral di Media Sosial

Wisatawan dari luar kota ini membagikan pengalamannya makan nasi pecel seharga Rp 70 ribu di tengah acara Grebeg Suro 2024, melalui akun Facebook @sak

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Curhat Wisatawan Makan Nasi Pecel Seharga Rp 70 Ribu Viral di Media Sosial
TRIBUN
Warung di kawasan alun-alun Ponorogo viral lantaran patoh harga mahal untuk makanan tanpa label. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kisah seorang wisatawan yang mengeluhkan harga makanan di warung alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial.

Wisatawan dari luar kota ini membagikan pengalamannya makan nasi pecel seharga Rp 70 ribu di tengah acara Grebeg Suro 2024, melalui akun Facebook @saka olshoop.

Dalam postingannya di grup Facebook Barang PL Ponorogo, wisatawan tersebut memperingatkan warganet untuk berhati-hati jika ingin makan di kawasan alun-alun Ponorogo.

Ia merasa harga yang dibanderol sangat tidak wajar dan penyajian makanan pun tidak layak.

"Sekedar info harap berhati-hati saat beli makanan di alun-alun Ponorogo," tulis pengunggah, dikutip TribunGorontalo.com, Kamis (4/7/2024). 

Ia mengaku bersama keluarganya beli seporsi nasi pecel. Lalu ditambah satu peyek sebagai lauj. Sedangkan nasi campur ia memesan dua porsi. 

Cara penyajian makanan ini tidak layak menurutnya. Tidak seperti normalnya makanan disajikan. 

"Dari awal perasaan sudah tidak enak, kok sepi banget," tulisnya.

Meski merasa ada yang tak beres, ia lanjut menyantap makanan-makanan tersebut. 

Betapa terkejutnya dirinya kala mendengar jawaban sang pemilik ketika ditanya total harga yang ia makan. 

"Waktu saya tanya berapa bu? Rp 70 ribu, subhanallah, gak salah kah bu? Nasi pecel cuma lauk peyek 1, sama 2 nasi campur," tulisnya.

Menurut dia, pemilik rumah makan itu tak menggubris pertanyaanya. Malah memandangnya sinis. 

"Bukan bermaksud apa-apa. Saya paham, tengah ada event grebeg suro. Dan makin banyak pendatang dari luar kota juga. Termasuk saya. Tapi setidaknya mbok ya jangan gitu. Kasihan kalau misal yang beli tidak cukup uang. Sekali lagi mohon maaf," tulisnya. 

Postingan ini pun langsung ramai dengan komentar warganet yang ikut berbagi pengalaman serupa.

Salah satu komentar datang dari akun @Dewianggraini yang juga menceritakan pengalamannya.

Menurutnya, warga asli Ponorogo pasti sudah tahu kelakuan penjual makanan di wilayah ini.

Aksi mereka tak hanya karena ada event saja, melainkan di waktu-waktu tanpa event. 

"Harganya mahal sekali, di warung juga tidak ada daftar harga. Teman saya ingin beli nasi ayam geprek yang porsinya tidak umum dengan yang lain dibanderol Rp 35-40 ribu per porsi," katanya. 

Disperindak Tindak Tegas

Setelah keluhan seorang wisatawan mengenai harga nasi pecel Rp 70 ribu di Alun-alun Ponorogo viral di media sosial, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperdagkum) Ponorogo segera turun tangan.

Kini, warung tersebut telah memasang label harga makanan yang dijual.

Label harga tersebut memuat daftar menu beserta harganya, sehingga pembeli bisa mengetahui berapa harga makanan yang mereka pesan.

Daftar harga yang terlihat di warung tersebut antara lain Nasi Pecel Pincuk Rp 8 ribu, Nasi Campur Rp 20 ribu, Nasi Soto Ayam Rp 8 ribu, Nasi Soto Daging Rp 10 ribu, Nasi Lele Goreng Rp 25 ribu, Nasi Nila Goreng Rp 25 ribu, Nasi Ayam Goreng Rp 25 ribu, dan Nasi Rawon Rp 10 ribu.

"Sudah, sudah terpasang. Setelah kami (Disperdagkum) memberi peringatan berjenjang lisan, tertulis bahkan sampai pada pelarangan jualan," kata Kepala Disperdagkum, Ringga Dwi Heri Irawan, Selasa (2/7/2024).

Ringga menekankan bahwa pedagang wajib memasang tarif harga di tempat usahanya, tidak hanya bagi warung yang viral, tetapi juga bagi semua pedagang lain di area tersebut.

"Tadi malam saya cek sendiri sudah terpasang. Jika tidak terpasang bisa tanya," pungkas mantan Camat Badegan ini ketika dihubungi Tribunjatim.com.

Kisah tentang warung yang memasang label harga setelah viral ini menjadi sorotan banyak pihak.

Label harga ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan, serta memberikan kejelasan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang ingin menikmati kuliner di Alun-alun Ponorogo.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved