Haji Gorontalo

Tangis Kakek Kadir Pulukadang Jemaah Haji Gorontalo, Ingat Istri Meninggal saat Hendak Berangkat

Cerita Kadir Pulukadang, seorang jemaah haji kloter 12 UPG saat Goorntalo yang tak mampu menahan tangis setiba di Asrama Haji Gorontalo, Selasa (2/7/2

Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/RAFIQATUL HINELO
Kakek Kadir Pulukadang jemaah haji kloter 10 UPG tiba di Asrama Haji Gorontalo, disambut cucunya, seorang polisi, sambil menangis dan memeluk kakeknya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Kadir Pulukadang, seorang jemaah haji kloter 12 UPG saat Goorntalo yang tak mampu menahan tangis setiba di Asrama Haji Gorontalo, Selasa (2/7/2024).

Pada Selasa menjelang petang itu, bus-bus yang membawa jemaah haji kloter 12 UPG mulai memasuki gerbang Asrama Haji Gorontalo.

Sebanyak 8 bus yang datang membawa jemaah haji kloter 12 UPG.

Jemaah haji diturunkan hingga tepat di depan gedung aula, lokasi mereka akan disambut secara resmi oleh pemerintah daerah.

Kakek Kadir turun dari bus terakhir yang membawa jemaah haji kloter 12 UPG, penerbangan pertama.

Perlahan kakek Kadir berjalan, dari balik bus, ia kemudian disambut oleh seorang petugas kepolisian.

Polisi muda itu memeluk kakek Kadir dengan erat. Bahkan ia dan kakek Kadir kemudian sama-sama tak kuasa membendung air mata.

Rupanya, polisi itu adalah cucu kakek Kadir.

Tidak hanya cucunya yang menangis melihat kakek Kadir. Beberapa jemaah haji, juga para petugas penyelenggara datang menyapa dan memeluk kakek Kadir saat sudah berada di dalam aula Asrama Haji.

Seusai seremoni penerimaan jemaah haji, anak kakek Kadir membagikan cerita yang menyentuh sekaligus menyayat hati.

Kakek Kadir tadinya tidak berangkat sendiri ke tanah suci.

Tahun ini, ia harusnya berangkat bersama belahan jiwanya, yakni istrinya.

Namun, takdir Tuhan berkata lain. Istri kakek Kadir telah berpulang saat hendak berangkat ke Makassar.

"Sebenarnya, papa pergi dengan mama, tapi mama masih di mess haji, sudah meninggal,"

"Saat sudah mo berangkat ke Makassar, mama anfal sakit, lalau dilarikan ke RS, tapi sudah takdirnya mama meninggal," kata Wati, anak kakek Kadir kepada TribunGorontalo.com, pada hari itu.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved