Paskibraka Nasional 2024
Sosok Nadhif Islami Yasin, Siswa Gorontalo Terpilih Paskibraka Nasional 2024
Nadhif Ismali Yasin akan menjalankan tugasnya sebagai anggota Paskibraka Nasional pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 79 Republik Indonesi di Ist
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-06-27_Sosok-Nadhif-Ismali-Yasin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Nadhif Islami Yasin, siswa SMAN 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo terpilih jadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2024.
Keberhasilan Nadhif dalam meraih posisi bergengsi ini tak terlepas dari inspirasi dan dorongan kedua orang tuanya.
Terutama, sang ayah yang merupakan alumni Paskibraka Kabupaten Gorontalo.
Pria kelahiran 20 Mei 2008 itu mengakui, ketertarikannya dalam dunia baris berbaris karena jejak ayahnya.
Sejak SMP hingga saat ini, Nadif kerap kali mengikuti lomba baris berbaris di tingkat sekolahan, kecamatan hingga kabupaten.
Bahkan, ia juga sempat mendapatkan juara 1 lomba baris berbaris di tingkat kabupaten.
Keikutsertaan dalam lomba ini menunjukkan, bahwa dirinya memang menggemari aktivitas ini.
Diketahui, Nadif merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Ayahnya bernama Fajrin M Yasin, dan ibunya Masriani Pammu.
Masriani ibu dari Nadif menjelaskan, bahwa anaknya itu memiliki sifat pendiam waktu kecil.
Namun, di usianya memasuki masa remaja ini Nadif sudah lebih percaya diri terhadap kerabatnya maupun warga sekitar.
"Nadif ini orangnya sangat pendiam orangnya waktu kecil. Sekarang, sudah berbeda, dia lebih percaya diri dan berani berbicara di depan umum," kata ibu Nadif saat ditemui di kediamannya, Kamis (27/6/2024) sore hari.
Sang ayah, mantan Paskibraka tingkat kabupaten, pada awalnya tak percaya bahwa anaknya tersebut bisa lolos sampai ke tingkat nasional.
Bagaimana tidak, saat anaknya hendak mengikuti tes seleksi di tingkat nasional, Nadif sempat terserang penyakit Demam Berdarah.
Nadif perlu perawatan intensif di rumah sakit. Kendati tes seleksi tingkat nasional tinggal menghitung hari.
"Tak menyangka dia bisa lolos di tingkat nasional. Karena sebelum berangkat itu anak saya sakit dan opname di rumah sakit," tutur ayah Nadif.