Banjir Gorontalo

64 Rumah di Desa Mohungo Gorontalo Terdampak Banjir, Warga Minta Pemerintah Cari Solusi

Lebih dari 64 rumah di Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, terdampak banjir.

Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Nawir
Dua dusun di Desa Mohungo terendam banjir pada Rabu (26/6/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Lebih dari 64 rumah di Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, terdampak banjir.

Menurut Alfian Tahir, Kepala Desa Mohungo, setidaknya dua lokasi tergenang air, yakni Dusun 3 di bagian lorong ba'ala dan Dusun 1  Jalan Trans Sulawesi. ," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (26/6/2024).

"Data sementara yang diterima, untuk dusun tiga sekitar 50 KK yang terendam banjir dan dusun satu sekitar 14 KK," lanjutnya.

Alfian menjelaskan banjir terjadi dikarenakan curah hujan begitu tinggi. Juga saluran air tertimbun sedimentasi yang terbawa air dari pegunungan.

"Kami sudah melakukan banyak penggalian, tapi tetap saja saluran tersebut menjadi dangkal dan air jadi masuk kedalam rumah warga," jelas Alfian.

Alfian menambahkan, bahwa pihak pemerintah desa sudah meminta bantuan kepada pemerintah daerah untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan PBD, Polsek dan Koramil untuk mengevakuasi masyarakat terdampak banjir.

"Selama ini kami juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk membahas penanganan banjir ini, dan kami masih mencari solusi yang terbaik untuk membenahi masalah banjir ini," tutur dia.

Di samping itu, Ispan Asabi, warga Dusun 3 Desa Mohungo, merasa cukup resah terhadap banjir di Desa Mohungo.

"Saya sudah cukup resah, setiap hujan deras pasti di rumah saya terdampak banjir dan ini terjadi setiap tahun,"

"Ini banjir sudah terjadi dua kali, subuh tadi dan ini yang kedua, sama sama tinggi untuk debit airnya," ungkapnya.

Ispan juga menambahkan bahwa ia sangat kesusahan untuk bekerja dikarenakan harus membersihkan rumahnya.

"Saya ingin berangkat bekerja, tapi saya masih harus membersihkan rumah saya yang terdampak banjir," akunya.

Ispan mengharapkan tindakan pemerintah untuk menanggulangi bencana banjir.

"Segera cari solusi, ini sudah bertahun tahun seperti ini tidak ada perubahan.

"Pihak yang terkait harus segera bertanggung jawab. Kasihan kami, setiap banjir hanya dikasih bantuan bukan diperbaiki saja yang menjadi penyebab banjir," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved