Sabtu, 7 Maret 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG Sebut Gorontalo Potensi Hujan dalam Sepekan ke Depan

Menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Gorontalo, sejumlah wilayah di Gorontalo akan mengalami hujan dalam tiga

Tayang:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto BMKG Sebut Gorontalo Potensi Hujan dalam Sepekan ke Depan
TRIBUNGORONTALO/ALDI PONGE
ILUSTRASI HUJAN. Hujan deras di Kelurahan Liluwo, Kota Tengah, Kota Gorontalo beberapa waktu lalu 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Gorontalo, sejumlah wilayah di Gorontalo akan mengalami hujan dalam tiga hingga tujuh hari ke depan.

BMKG memprakirakan hujan akan turun dalam intensitas sedang hingga lebat.

"Untuk 3 hingga 7 hari ke depan, ada potensi hujan sedang hingga lebat di Gorontalo, khususnya di daerah Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Pohuwato," kata Frankie Rizky Stevent, Prakirawan Cuaca, Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo kepada TribunGorontalo.com, Rabu (26/6/2024), via telepon suara.

Curah hujan yang cukup tinggi, kata Frankie, disebabkan oleh beberapa hal.

"Kalau dari skala regional sendiri, saat ini memang ada skala yang berada di fase kuadran tiga mau menuju empat, itu memang masih kondisi netral, namun bisa berkontribusi terhadap pembentukan hujan di wilayah Indonesia, khususnya daerah Gorontalo," ujarnya.

Sementara untuk skala lokal, beberapa hari ini, terbentuk belokan angin di wilayah Provinsi Gorontalo.

"Belokan angin ini bisa memicu pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Gorontalo," terang Frankie.

Penyebab lainnya juga datang dari suhu permukaan laut di kawasan Teluk Tomini yang cukup hangat.

Sebetulnya, musim hujan di Gorontalo sudah berlalu.

"Untuk Gorontalo sendiri, saat ini kita sedang berada di musim peralihan menuju musim kemarau," jelas Frankie.

Frankie mengatakan, informasi dari Stasiun Klimatologi, musim kemarau di mayoritas wilayah Gorontalo akan dimulai pada Juli 2024.

Selain itu, ditanyai TribunGorontalo.com ihwal fenomena La Nina, Frankie menyebutkan bahwa hal tersebut tidak membawa pengaruh besar dalam kondisi cuaca di wilayah Indonesia, khususnya Gorontalo.

"Fenomena La Nina itu masuk skala regional, memang bisa berpengaruh bagi pertumbuhan awan hujan di Indonesia, namun pada saat ini, La Nina tersebut berada pada status La Nina lemah bahkan diprakirakan menuju netral pada Juli," terangnya.

Melansir bmkg.go.id, La Nina merupakan kejadian anomali iklim global.

Fenomena ini ditandai dengan keadaan suhu permukaan laut (SPL) di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur menjadi lebih dingin dibandingkan suhu normalnya.

Terakhir, pihak BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk siaga dengan cuaca hujan sesuai prakiraan.

"Semoga masyarakat bisa bersama-sama menjaga lingkungan, terutama untuk aliran-aliran parit atau got, itu kalau bisa kita sudah mempersiapkan dengan baik, jangan ada sampah di dalamnya," tandas Frankie. (*/Rafika)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved