Human Interest Story

Cerita Alvan, Penjual Bakso Arema di Gorontalo

Cerita Alvan, pria Jember Jawa Timur (Jatim), yang kini memilih mencari penghidupan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Alvan, Penjual Bakso Arema di Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/RAFIQATUL HINELO
Alvan (23), Penjual Bakso Arema di Jalan Raja Eyato, Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Alvan, pria Jember Jawa Timur (Jatim), yang kini memilih mencari penghidupan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Sudah memasuki tahun keempat, Alvan menetap di Gorontalo.

Ia bekerja menjual bakso khas malang (Arema).

Bakso gerobak Arema memang semakin banyak terlihat berjualan di wilayah Kota Gorontalo.

"Iya, kalau bakso, di sini saya amati rata-rata dari Jatim, kalo bukan Arema, ya bakso jember," ucap Alvan.

Alvan mangkal di pusat pertokoan Kota Gorontalo, Jalan Raja Eyato.

"Tapi sebelumnya, saya mangkalnya di UNG," kata Alvan.

Tampaknya, Alvan berhasil berbaur dengan masyarakat Gorontalo.

Terlihat tidak sedikit pengendara yang menyapa Alvan saat melintas di Jalan Raja Eyato, Kota Gorontalo

"Alhamdulillah, saya senang bersosialisasi dengan masyarakat Gorontalo," ucap Alvan.

Ia bahkan tampak begitu luwes berkomunikasi dengan beberapa pembeli yang datang.

Sambil melayani pembeli yang datang bergantian, alvan tetap asyik berbincang, membagikan cerita hidupnya.

Kata Alvan, sebelum tinggal di Gorontalo, ia pernah bekerja di Bali.

"Dulu saya pernah jadi mekanik, waktu itu di Bali," tukasnya.

Lebih dari lima tahun Alvan berproses menjadi seorang mekanik.

"Seru sekali menjadi mekanik pada saat itu, bahkan saya pernah dapat pengalaman menjadi mekanik alat berat," terang Alvan.

Alvan mengatakan banyak yang kaget dengan profesi yang ia lakoni sebelum menjual bakso ini.

"Kata orang, 'kok bisa mas? kamu pernah sekolah kejuruan mekanik ya?', lalu saya bilang, 'tidak, saya belajar sendiri'," kata Alvan.

Sayang, rasa trauma membuat semangat Alvan kandas berproses menjadi seorang mekanik.

Ada kejadian nahas yang ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri saat melakoni profesi itu.

"Jadi waktu itu, saya dan rekan kerja lainnya sedang asyik bekerja sambal bercanda di suatu gedung tinggi, kami di lantai 5. Karena sudah tidak terkendali, teman kai jatuh dari lantai 5 ke lantai dasar,"

"Sejak saat itu, banyak dari kami yang trauma dan tidak lanjut bekerja sebagai seorang mekanik," tutup Alvan. (*/Fika)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved