Viral Nasional
4 Fakta Bos Toko Dibunuh Putrinya, Ditemukan Terlentang oleh Penjual Tisu
Penemuan jenazahnya yang begitu mengenaskan ini bermula dari seorang pedagang tisu yang hendak mengambil dagangannya yang dititipkan di kios S.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lokasi-tempat-ditemukan-jasad-S-bos-toko-perabot-rumah-tangga-yang-tewas-di-Duren-Sawit-Jakarta.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Misteri kematian tragis S (55), bos toko perabot rumah tangga, akhirnya terungkap.
S ditemukan tewas bersimbah darah di kiosnya di Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat (21/6/2024).
Penemuan jenazahnya yang begitu mengenaskan ini bermula dari seorang pedagang tisu yang hendak mengambil dagangannya yang dititipkan di kios S.
Pedagang yang biasa berjualan di pasar malam Kanal Banjir Timur (KBT) itu menemukan jasad S dalam kondisi terlentang dan tertutupi selimut.
Situasi kios yang gelap dengan rolling door yang digembok dari luar menambah ketegangan saat pintu dibuka paksa.
1. Proses Olah TKP dan Otopsi
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi membawa jasad korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk dilakukan otopsi.
Polda Metro Jaya kemudian mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan adalah anak kandung korban, seorang remaja perempuan berinisial KS (17).
2. Penangkapan Pelaku
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully menyatakan bahwa pelaku berhasil ditangkap di Jalan Masjid Baitul Latif, Pondok Bambu, Duren Sawit.
"Sudah dilakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan di toko serbaguna, Duren Sawit," ungkap Titus pada Senin (24/6/2024).
Menurut Titus, berdasarkan hasil penyelidikan awal, hanya ada satu pelaku dalam kasus ini.
"Sesuai dengan fakta dan pemeriksaan awal yang kami lakukan, untuk pelaku hanya satu.
Kalau disebutkan oleh pihak lain ada dua, silakan dikonfirmasi ke pihak tersebut," tambahnya.
3. Keterangan Lingkungan
Komarudin, pengurus lingkungan tempat S tinggal, menuturkan bahwa S selama ini hanya tinggal bersama dua anaknya yang berusia 15 dan 17 tahun di kios yang juga digunakan sebagai tempat tinggal.
Namun, pada malam kejadian, kedua anak korban tidak terlihat dan tidak dapat dihubungi.
"Saat malam kejadian saya sudah coba menghubungi anaknya. Handphone anaknya aktif, tapi tidak diangkat. Sampai jam 03.00 WIB kedua anaknya tidak hadir," ujar Komarudin.