Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Gorontalo Karnaval Karawo

Terungkap Jumlah Pengrajin Karawo Gorontalo Menyusut, Padahal Produknya Mendunia

Hal ini disampaikan Rudy saat membuka Gorontalo Karnaval Karawo 2024 di Gelanggang Olahraga (Gor) Nani Wartabone, Jumat (21/6/2024) sore hari. 

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Terungkap Jumlah Pengrajin Karawo Gorontalo Menyusut, Padahal Produknya Mendunia
FOTO: HUSNUL PUHI, TRIBUNGORONTALO.COM
Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahudin membuka Gorontalo Karnaval Karawo 2024, Jumat (21/6/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Rudy Salahudin, menyoroti keterbatasan jumlah pengrajin karawo.

Dengan jumlah pengrajin karawo yang terhitung masih sedikit di Gorontalo, Rudy ingin meregenarasinya. 

Hal ini disampaikan Rudy saat membuka Gorontalo Karnaval Karawo 2024 di Gelanggang Olahraga (Gor) Nani Wartabone, Jumat (21/6/2024) sore hari. 

"Saya sangat sedih, tadi saya mendengar laporan dari Kepala BI Gorontalo, bahwa pengrajin karawo ini sangat terbatas ini perlu adanya regenerasi," ujar Rudy mengawali sambutannya. 

Baca juga: 3 Sosok Caleg Nasdem Terpilih DPRD Pohuwato Gorontalo

Untuk melestarikan seni sulam tradisional khas Gorontalo itu, Rudy juga ingin para pengrajin karawo itu diberikan bimbingan dan pembinaan. 

Sebab, menurutnya, jika pengrajin itu diberikan bimbingan dan binaan, maka akan semakin banyak di Gorontalo. 

"Nantinya kalau kita mau menyuplai dan mendukung pariwisata, para pengrajin karawo ini bisa berbanding lurus dengan permintaan karawo yang diinginkan oleh wisatawan," tuturnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa pakaian tradisional khas Gorontalo itu pernah tampil di ajang bergengsi, seperti di Indonesia Fashion Week. 

Hal tersebut membuktikan, bahwa karya budaya Gorontalo memiliki daya tarik dan memiliki gaya artistik yang diakui di tingkat nasional maupun internasional. 

Dengan begitu, sudah selayaknya karawo dapat dijadikan sebagai salah satu warisan budaya tak benda dunia.

"Karawo ini sudah sepantasnya untuk dijadikan sebagai warisan budaya tak benda seperti halnya kris, songket dan lainnya," harapnya. 

Baca juga: Tim SAR Cari Warga yang Hanyut saat Jembatan Desa Monano Bone Bolango Gorontalo Putus

Rudy pun menilai, bahwa Gorontalo Karnaval Karawo 2024 bukan hanya sekadar pertunjukan seni dan budaya. Melainkan, sebagai momentum untuk memperkuat identitas lokal dan kebanggaan masyarakat Gorontalo. 

Sebab, kreativitas yang ditampilkam dalam karya karawo menunjukkan keuletan, ketekunan dan inovasi yang menjadi ciri khas masyarakat Gorontalo. 

"Melalui even karawo yang digelar tiap tahun ini, akan membuka lapangan pekerjaan, memajukan pelaku UMKM, sehingga bisa meningkatkan perkonomian masyarakat," tandasnya. 

Dengan adanya even tersebut, diharapkan seni sulam karawo dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, serta menjadi salah satu kebanggaan budaya Gorontalo yang mendunia. 

Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan kerajinan karawo demi masa depan yang lebih baik. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved