Gorontalo Terkini
Dapat Komen Negatif, Panitia Kajian Hanan Attaki di Gorontalo: Padahal Tujuan Kami Baik
Pasalnya baru dua menit dibuka, Google Form pendaftaran yang dibagikan panitia tidak bisa di akses lagi dengan alasan kuota penuh.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hanan-Attaki-dijadwalkan-ke-Gorontalo.jpg)
Irma mengatakan proses pengajuan komunitas Sister Till Jannah Gorontalo untuk mendatangkan ustadz Hanan Attaki berlangsung lancar namun penuh rintangan.
Komunitas Sister Till Jannah Gorontalo akhirnya berhasil mendapatkan kesepakatan dengan pihak manajemen ustadz Hanan Attaki secara resmi melalui kontrak kerja sama.
"Kami mendatangkan ustadz Hanan Attaki melalui manajemen saja," tegasnya
Irma menjelaskan terdapat kesepakatan dan syarat yang harus di tepati pihak komunitas Sister Till Jannah Gorontalo dengan pihak manajemen.
"Syarat dan ketentuan itu diberikan oleh manajemen langsung, dari ustadz melalui kontrak yang tidak bisa kami buka ke publik," tegasnya
Beberapa syarat yang diajukan pihak manajemen Ustadz Hanan Attaki wajib dipenuhi panitia karena terikat kontrak kerjasama.
Dalam kontrak kerjasama yang tidak bisa diungkapkan ke publik, Sister Till Jannah mencarikan solusi bagaimana caranya agar masyarakat umum bisa menghadiri kajian ustadz Hanan Attaki di Gorontalo.
Akhirnya panitia secara sukarela memberi 300 kuota kepada masyarakat secara gratis dengan tujuan masyarakat luas bisa merasakan kehadiran Hanan Attaki di Gorontalo.
Panitia memutuskan lokasi kajian ustadz Hanan Attaki di gedung Bele Yiladia Rudis Walikota Gorontalo. Tempat itu di pilih karena sejak awal pihak Pemkot Gorontalo siap mensupport kegiatan keagamaan itu.
Namun kapasitas gedung hanya diperbolehkan sebanyak 750 orang. Panitia mengatur 400 diberikan kepada pihak sponsor, 50 kuota lainnya untuk panitia dan pejabat.
Sementara 300 kuota lainnya dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
"Jadi tujuan kami ini baik, dengan sengaja memberikan 300 kuota untuk masyarakat, supaya mereka bisa merasakan juga, ini juga merupakan bagian visi kami," ungkapnya.
Irma mengaku menolak belasan sponsor kerjasama demi memberikan 300 kuota tersebut kepada masyarakat luas.
Namun Irma sangat menyayangkan beberapa pihak tidak paham dengan situasi dan kronologis sebenarnya sehingga menimbulkan fitnah dan asumsi liar hingga dituduh penipu.
"Pihak manajemen menyarankan masyarakat yang tidak kebagian kuota agar menyaksikan lewat live streaming," ungkapnya