Kamis, 12 Maret 2026

BKKBN Gorontalo

BKKBN Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Teknis Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi Teknis dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto BKKBN Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Teknis Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
TRIBUNGORONTALO/PRAILAKARAUWAN
Program Manajer Sekretariat Pelaksana TPPS Pusat, Soedibyo Alimoeso (kanan), Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Gorontalo (tengah), Perwakilan Sekda Provinsi Gorontalo (kiri), dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, oleh BKKBN Gorontalo, Jumat (21/6/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo menggelar rapat koordinasi teknis dan intervensi serentak pencegahan stunting, Jumat (21/6/2024).

Rapat Koordinasi ini dilaksanakan di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo.

Sejumlah pejabat dari instansi terkait, hadir dalam rapat membahas persoalan stunting ini.

Hadir dalam kegiatan Program Manajer Sekretariat Pelaksana TPPS Pusat, Soedibyo Alimoeso, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, para Kepala OPD Pemda Provinsi Gorontalo, Unsur Perguruan Tinggi, dan Ketua Baznas.

Rapat koordinasi diselenggarakan tidak hanya terbatas pada misi percepatan penurunan stunting.

Soedibyo Alimoeso, Program Manajer Sekretariat Pelaksana TPPS Pusat, mengatakan bahwa sebetulnya, fokus utama segala upaya pemecahan masalah stunting adalah pada tahap pencegahan.

"Sehingga, redaksi rapat koordinasi teknis kali ini menggunakan kata pengukuran dan pencegahan," sebut Soedibyo dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Bagaimana, sambung dia, setiap tim dari berbagai sektor dapat mengupayakan langkah-langkah teknis dalam memerhatikan para subjek rentan menjadi penyebab awal mula masalah stunting.

Subjek tersebut seperti ibu hamil, calon pengantin, dan pasangan suami istri usia subur.

"Jadi kita fokus pada mereka, bagaimana membimbing mereka agar melakukan pencegahan yang baik dan benar agar anak nantinya tidak malnutrisi, bukan nanti saat sudah ada kasus, baru kita memikirkan cara bagaimana menurunkannya," kata Soedibyo.

Soedibyo menyatakan bahwa kemajuan terlihat dalam penanganan masalah stunting saat ini, intensitas antar sektoral menjadi semakin rutin.

"Karena kita sadari bahwa masalah stunting ini adalah masalah bersama, kita menjadi semakin menghargai kontribusi dari masing-masing kementerian Lembaga," tutur Soedibyo.

Hal ini sejalan dengan harapan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo (Sekdaprov) Sofian Ibrahim

Ia memaparkan bahwa salah satu penyebab masalah penanganan stunting di Gorontalo adalah karena belum optimalnya pelaksanaan konvergensi, keterpaduan, dan sinergi antar OPD baik lintas OPD provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Jika segala penanggung jawab dalam setiap sektor berkoordinasi dengan baik, maka penyelenggaraan pelayanan dasar mencegah stunting dapat terlaksana dengan efektif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved