Banjir Gorontalo
Sungai Bone Ngamuk! Jalan di Suwawa Kembali Putus Diterjang Banjir Gorontalo, Ini Kondisinya
Longsor ini mengakibatkan akses jalan desa terputus total, tiang listrik ambruk, dan empat rumah mengalami mati listrik.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-jalan-putus-akibat-abrasi-banjir-Gorontalo-Kamis-2062024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango -- Sungai Bone yang mengamuk menyebabkan abrasi sungai di Desa Bulontala Timur, Kecamatan Suwawa Selatan, Bone Bolango, Kamis (20/6/2024) dini hari.
Abrasi ini mengakibatkan akses jalan desa terputus total, tiang listrik ambruk, dan empat rumah mengalami mati listrik.
Longsor tersebut mengikis habis badan jalan, sehingga kendaraan dari arah Kecamatan Botupingge dan Suwawa Selatan tidak bisa melintas.
Tak hanya itu, tiang listrik yang berada di jalan itu juga ikut ambruk ke sungai Bone.
Akibatnya, sejumlah kendaraan seperti motor, bentor, dan mobil terpaksa berhenti.
Baca juga:
- Pengusaha Ikan di Bantaran Sungai Bone Merugi, Kolam Diterjang Banjir Gorontalo
-
Masyarakat Terdampak Banjir Sungai Bone Kota Gorontalo Kelaparan, Teriak Minta Nasi Kotak
Sebagian dari mereka berhenti sejenak untuk melihat area jalan yang terputus, sedangkan pengendara lainnya terpaksa memutar balik mencari jalan alternatif.
Menurut Irman Kodja, warga sekitar, terdapat jalan alternatif di Desa Bulontala Timur dengan memutar ke arah utara.
Namun, jalan tersebut hanya bisa dilewati kendaraan umum, sedangkan untuk truk dan mobil besar tidak bisa karena protes warga sekitar.
"Ada jalan lain tapi lewat atas, jalan rawat beton, cuman kendaraan biasa bisa lewat," ungkap Irman kepada TribunGorontalo.com, Kamis (20/6/2024) siang.
Longsor ini terjadi sekitar pukul 04.00 WITA dini hari. Akibatnya, akses jalan tidak bisa dilewati dan empat rumah di sekitar lokasi longsor mengalami mati listrik, salah satunya adalah rumah yang menjual air galon isi ulang.
Listrik di area tersebut terpaksa dimatikan oleh pihak PLN untuk menghindari bahaya. (*)