Profil Tokoh
8 Nama Bupati Gorontalo dari Masa ke Masa, Sosok Birokrat hingga Profesor
Inilah daftar nama sosok bupati Gorontalo dari masa ke masa. Sejak dimekarkan hingga sekarang, Kabupaten Gorontalo telah dipimpin oleh 8 sosok bupati.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Daftar-nama-Bupati-Gorontalo-dari-masa-ke-masa.jpg)
Ahmad Hoesa atau akrab disapa Guru Ama ini dikenal seorang yang hartawan.
Dia memulai karirnya dengan menjadi seorang guru di Gorontalo, namun, hasrat pebisnis yang dimiliki oleh Achmad pakaya cukup tinggi.
Sehingga pada saat dia menjadi Bupati Gorontalo, Achmad Pakaya tercatat sebagai Bupati terkaya se Indonesia.
Meskipun dirinya bergulat di pemerintahan daerah maupun pusat, namun dirinya juga seorang pengusaha.
Jejaknya yang paling dikenal sebagai hasil karyanya adalah sebuah menara yang mirip Menara Eiffel di Paris yang dibangun pada ulang tahunnya yang ke-59 pada tahun 2003 dengan tinggi menara 59 meter sesuai dengan usianya.
7. David Bobihoe Akib
Pria kelahiran 1955 ini merupakan mantan birokrat dan juga politikus Indonesia yang pernah mengabdi selama dua periode sebagai Bupati Gorontalo tahun 2005-2015.
Semasa hidupnya, David pernah ikut andil dalam memajukan salah satu kampus di Kabupaten Gorontalo yakni Universitas Muhammadiyah Gorontalo dengan Pembebasan lahan untuk pertama kali seluas 6,7 hektare.
Selanjutnya hibah untuk pembangunan Gedung serba guna, fasilitator tukar guling SDN 14 Pentadio Timur, kebijakan zakat mal dari Gaji 13 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, pengaspalan jalan lingkar kampus dan masih banyak lagi.
David Bobihoe Akib meninggal pada 16 Juli 2020 dan diberi gelar oleh para pemangku adat Gorontalo Ta O’bubaya Loloopo yang memiliki arti seorang putra terbaik kelahiran Gorontalo yang mengabdikan dirinya diberbagai lini kegiatan.
Baca juga: Meski Guru Besar di Gorontalo, Nelson Pomalingo Ternyata Bercita-cita Jadi Dokter
Pria kelahiran 1962 ini menjabat sebagai Bupati Gorontalo tahun 2016-2024.
Sebelum terjun ke dunia politik, Nelson lebih dulu pernah menjabat sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan rektor pertama Universitas Negeri Gorontalo setelah beralih status dari IKIP Gorontalo.
Ia juga merupakan Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Gorontalo hingga sekarang.
Nama Nelson Pomalingo juga tercatat dalam sejarah pembentukan Provinsi Gorontalo.
Ia bersama tokoh lainnya memperjuangkan daerahnya menjadi provinsi baru, yang akhirnya resmi berpisah dari Sulawesi Utara pada 2001.
Nelson sempat ditunjuk oleh penjabat Gubernur Tursandi Alwi menjadi Kepala BAPPEDA Provinsi Gorontalo pertama. (*)