Selasa, 3 Maret 2026

Profil Tokoh

8 Nama Bupati Gorontalo dari Masa ke Masa, Sosok Birokrat hingga Profesor

Inilah daftar nama sosok bupati Gorontalo dari masa ke masa. Sejak dimekarkan hingga sekarang, Kabupaten Gorontalo telah dipimpin oleh 8 sosok bupati.

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 8 Nama Bupati Gorontalo dari Masa ke Masa, Sosok Birokrat hingga Profesor
Kolase TribunGorontalo.com/Wikipedia
Daftar nama Bupati Gorontalo dari masa ke masa. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Inilah daftar nama sosok Bupati Gorontalo dari masa ke masa.

Kabupaten Gorontalo merupakan wilayah Provinsi Gorontalo.

Daerah ini berdiri sejak 1959. Memiliki luas 1.750,83 kilometer persegi (km2).

Data BPS 2010 mencatat penduduk wilayah yang berbatasan dengan Kota Gorontalo ini sebanyak 355.988 jiwa.

Angka itu bertambah 59.210 jiwa atau kini penduduk Kabupaten Gorontalo berada di angka 415.198 jiwa.

Ibu Kota dari Kabupaten Gorontalo ini sudah mengalami pemekaran sebanyak tiga kali yakni pada tahun 1999, 2003 dan 2007.

Sejak dimekarkan hingga sekarang, Kabupaten Gorontalo telah dipimpin oleh 8 sosok kepala pemerintahan.

Lantas, siapa saja kepala pemerintahan Kabupaten Gorontalo?

8 Nama Bupati Gorontalo dari Masa ke Masa

1. Achmad A Wahab 

Pria kelahiran Kabila, 20 Agustus 1910 ini menjabat sebagai Bupati Gorontalo pada tahun 1960-1965.

Walaupun hanya lima tahun menjabat, Achmad A. Wahab mampu memimpin Kabupaten Gorontalo dengan baik.

Tak hanya itu, dia juga turut andil dalam pendirian Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Suami dari Aliyah Binti Painga Hippy ini dikenal sebagai sosok birokrat ulung.

Tata kelola pemerintahan pun kerap ia tekuni hingga dirinya diamanahkan untuk memimpin Kabupaten Gorontalo pada tahun 1960.

Ayah dari lima anak ini wafat pada 27 Agustus 1977 dan dimakamkan di Pekuburan Keluarga di Kecamatan Kabila.

Untuk menghargai jasanya, nama Achmad A. Wahab diabadikan sebagai nama jalan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango.

2. R. Jawardi

Tak banyak literatur yang memuat tentang sosok Bupati Gorontalo setelah Achmad A Wahab.

Pria dengan pangkat dalam kemiliteran bagi perwira tingkat menengah dalam kedudukan komando ini menjabat sebagai Bupati Gorontalo tahun 1965-1970.

3. Kasmat Lahay

Pria kelahiran 1932 ini meniti karirnya dari anggota Staf Kodam XIII/Merdeka di Manado.

Sebelum menjadi Bupati Gorontalo tahun 1971-1981, Kasmat Lahay sudah pernah menjabat di beberapa jabatan penting di Kodam XIII/Merdeka.

Bupati dua periode ini juga pernah menjdi anggota MPR RI tahun 1977-1982.

Selama hidupnya, banyak penghargaan yang diterima Kasmat Lahay.

Salah satu penghargaan yang didapatnya yakni Satya Lencana Pembangunan dan Para Samya Purna Karya Nugraha.

Kasmat Lahay diberi gelar "Ta Lo Loopo To Ilomata" yabg berarti Putra Indonesia terbaik dalam pengabdian dan karyanya terhadap Bangsa dan negara.

Gelar ini juga diberikan karena Kasnmat Lahay sukses dalam menata strata pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Gorontalo.

Untuk mengenang jasanya, nama Kasmat Lahay diberikan untuk penamaan jalan di Gorontalo.

4. Martin Liputo

Pria kelahiran 1934 ini merupakan putra Gorontalo yang semasa hidupnya banyak melestarikan budaya di Gorontalo.

Selama menjadi Bupati Gorontalo tahun 1981-1989, Martin Liputo membuat empat program unggulan, yakni pengadaan sarana dan prasarana, pemekaran wilayah dan perluasan sarana perhubungan.

Dirinya pernah mendirikan cikal bakal Universitas Gorontalo.

Ia juga pernah turut andil dalam pelestarian tarian adat poboide, turut membangun stadion olahraga 23 Januari 1942 Telaga dan Lapangan Golf Pacuan Kuda yang terletak di Yosonegoro.

Ia juga turut andil dalam membangun pariwisata di Kabupaten Gorontalo seperti Wisata Bahari Pulau Saronde, Taman Pontolo Indah yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara, dan Pemandian Air Panas Pentadio.

Atas jasanya, Martin memperoleh gelar Ta To Timbuli Lo Ilomata yakni putra Indonesia terbaik kelahiran Gorontalo yang telah meletakkan dasar-dasar terbaik di segala bidang.

Baca juga: 5 Nama Penjabat Gubernur Gorontalo dari Masa ke Masa

5. Imam Nooriman

Kolonel (Purn) Imam Nooriman merupakan Bupati Gorontalo tahun 1989-1999.

Lahir di Kudus, Jawa Tengah tidak membuat gentar Imam Nooriman ketika ditunjuk menjadi Bupati Gorontalo.

Imam Nooriman, dikenal sebagai pemimpin visioner yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kiprahnya telah meninggalkan warisan berupa berbagai proyek pembangunan infrastruktur dan program sosial yang berdampak positif bagi penduduk kabupaten  Gorontalo.

Sehingganya pada saat Imam meninggal, banyak anggota pemerintahan yang turut berduka termasuk Nelso Pomalingo.

Imam meninggal dunia pada usia 83 tahun dengan meninggalkan 3 orang anak, 6 orang cucu, dan 3 cicit. 

Pria berpangkat Kolonel Purnawirawan tersebut dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung, dan dikebumikan di Bandung, Jawa Barat, bersebelahan dengan mendiang istrinya.

6. Ahmad Hoesa Pakaya

Pria kelahiran 1944 ini merupakan bupati Gorontalo tahun 2000-2005.

Ahmad Hoesa atau akrab disapa Guru Ama ini dikenal seorang yang hartawan.

Dia memulai karirnya dengan menjadi seorang guru di Gorontalo, namun, hasrat pebisnis yang dimiliki oleh Achmad pakaya cukup tinggi.

Sehingga pada saat dia menjadi Bupati Gorontalo, Achmad Pakaya tercatat sebagai Bupati terkaya se Indonesia.

Meskipun dirinya bergulat di pemerintahan daerah maupun pusat, namun dirinya juga seorang pengusaha.

Jejaknya yang paling dikenal sebagai hasil karyanya adalah sebuah menara yang mirip Menara Eiffel di Paris yang dibangun pada ulang tahunnya yang ke-59 pada tahun 2003 dengan tinggi menara 59 meter sesuai dengan usianya.

7. David Bobihoe Akib

Pria kelahiran 1955 ini merupakan mantan birokrat dan juga politikus Indonesia yang pernah mengabdi selama dua periode sebagai Bupati Gorontalo tahun 2005-2015.

Semasa hidupnya, David pernah ikut andil dalam memajukan salah satu kampus di Kabupaten Gorontalo yakni Universitas Muhammadiyah Gorontalo dengan Pembebasan lahan untuk pertama kali seluas 6,7 hektare.

Selanjutnya hibah untuk pembangunan Gedung serba guna, fasilitator tukar guling SDN 14 Pentadio Timur, kebijakan zakat mal dari Gaji 13 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, pengaspalan jalan lingkar kampus dan masih banyak lagi.

David Bobihoe Akib meninggal pada 16 Juli 2020 dan diberi gelar oleh para pemangku adat Gorontalo Ta O’bubaya Loloopo yang memiliki arti seorang putra terbaik kelahiran Gorontalo yang mengabdikan dirinya diberbagai lini kegiatan.

Baca juga: Meski Guru Besar di Gorontalo, Nelson Pomalingo Ternyata Bercita-cita Jadi Dokter

8. Nelson Pomalingo

Pria kelahiran 1962 ini menjabat sebagai Bupati Gorontalo tahun 2016-2024.

Sebelum terjun ke dunia politik, Nelson lebih dulu pernah menjabat sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan rektor pertama Universitas Negeri Gorontalo setelah beralih status dari IKIP Gorontalo.

Ia juga merupakan Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Gorontalo hingga sekarang.

Nama Nelson Pomalingo juga tercatat dalam sejarah pembentukan Provinsi Gorontalo.

Ia bersama tokoh lainnya memperjuangkan daerahnya menjadi provinsi baru, yang akhirnya resmi berpisah dari Sulawesi Utara pada 2001.

Nelson sempat ditunjuk oleh penjabat Gubernur Tursandi Alwi menjadi Kepala BAPPEDA Provinsi Gorontalo pertama. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved