Berita Bone Bolango

Masyarakat Protes Tidak Dapat Kupon Belanja di Pasar Murah Boalemo Gorontalo

Ribuan Masyarakat tumpah ruah datangi pasar murah di Alun-alun Tilamuta, Kabupaten Boalemo pada Sabtu (15/6/2024).

Penulis: Nawir Islim | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/NAWIRISLIM
Ribuan Masyarakat tumpah ruah datangi pasar murah di Alun-alun Tilamuta, Kabupaten Boalemo pada Sabtu (15/6/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Ribuan masyarakat tumpah ruah datangi pasar murah di Alun-alun Tilamuta, Kabupaten Boalemo,Provinsi Gorontalo pada Sabtu (15/6/2024).

Sejumlah warga protes karena tidak mendapat kupon belanja di pasar murah tersebut

"Saya cukup kecewa dengan hal ini, masa pasar murah yang dijanjikan buka pukul 08.30 Wita, kuponnya malah habis pada pukul itu juga," ungkap Sintia Pilomonu kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (15/6/2024).

"Saya ini dapat info dari sosial media, tentang pasar murah, ini saya baru sampai sesuai jadwal malah kuponnya sudah habis," lanjutnya.

Sintia menambahkan, bahwa banyak masyarakat yang sudah berdatangan dari pukul 06.00 Wita.

"Saya dengar tadi, panitia sudah bagikan kupon sejak pukul 06.00, seharusnya kan harus waktu yang tepat agar kami juga tidak kecewa seperti ini," tambahnya.

"Saya juga sangat kecewa dengan panitia, mengenai masyarakat yang bawa banyak KTP untuk dapatkan banyak kupon," lanjutnya.

Kata Sintia, ia kecewa dengan melihat satu orang bawa empat kupon belanja.

"Saya tadi liat ibu-ibu bawa kupon empat untuk dirinya sendiri, ini kan tidak adil bagi kami, pas saya tanya dia bilang dia antre dari pagi sekali," ujarnya.

"Saya langsung marah lah, pasar murah ini cuma untuk satu orang, apa untuk seluruh masyarakat," lanjutnya.

Rahmat Biya PJ Sekretaris Daerah Boalemo mengatakan pemkab menyiapkan 1.000 paket di pasar murah tersebut

"Terkait dengan Gerakan Pangan Murah, melalui Dinas Pertanian ini sejujurnya menyesuaikan juga dengan anggaran yang ada. Untuk hari ini, yang dapat disubsidi oleh pemerintah yakni hanya 1.000 paket," katanya

Rahmat juga menambahkan, bahwa masyarakat yang datang melebihi dari paket yang disediakan.

"Antusiasme masyarakat yang datang ternyata lebih dari 1.000, jadi banyak masyarakat yang tidak terima akan hal ini," tambahnya.

"Ini juga jadi masukan untuk kami pemerintah daerah, untuk tahap selanjutnya kami akan memberikan lebih banyak lagi paket sembako kepada masyarakat," lanjutnya.

Rahmat juga menanggapi perihal masyarakat yang mendapatkan kupon lebih dari satu.

"Harusnya teknis pelayanan ini yang harus dipertegas lagi, karena masyarakat yang datang langsung di pasar, itu yang harus ditangani KTPnya," tegasnya.

"Adapun juga dari masyarakat yang mewakili anggota keluarganya dan membawa lebih dari satu KTP, ini seharusnya juga jangan dulu diprioritaskan, yang diutamakan itu masyarakat yang datang langsung," lanjutnya.

Rahmat menegaskan, bahwa panitia pelaksana harus bisa mengatur jalannya program tersebut.

"Ini jadi masukan untuk teman-teman dari dinas pertanian, harusnya mereka bisa mengatur tertib jalannya program tersebut," Jelasnya.

Rahmat berjanji bahwa nantinya, pemerintah akan lebih baik dalam penanganan pasar murah.

"Ke depannya kami pastikan, jika ada anggaran yang cukup, kami akan agendakan kembali dengan lebih baik dan lebih banyak lagi paket," tuturnya.

"Semoga juga dengan Kabupaten Boalemo menduduki peringkat lima seluruh Indonesia dalam hal menekan angka inflasi, semoga dari kementerian bisa memberikan banyak anggaran untuk Kabupaten Boalemo ke depannya," tutupnya. (*/Nawir)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved